Breaking News:

Virus Corona

Proyek Waskita Karya Jalan Terus meski 70 Persen Karyawan Kerja dari Rumah

Saat virus merebak, perseroan melakukan pengamanan sebelum adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Wartakota/henry lopulalan
Pekerja Waskita Karya mengerjakan renovasi Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menyatakan, telah melakukan beberapa tahapan dalam menyesuaikan bisnisnya dengan kondisi pandemi corona atau Covid-19.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, langkah pertama perseroan pada saat virus merebak melakukan pengamanan sebelum adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jadi, bagaimana mengamankan kegiatan di kantor pusat. Kemudian, kegiatan di cabang dan yang penting adalah kegiatan di proyek karena proyek pada saat itu masih tetap berjalan saat PSBB diberlakukan," ujarnya dalam acara "Zoom With Primus" via Youtube Beritasatu, Kamis (11/6/2020).

Baca: Covid-19 Bikin Pahit Bisnis Airline, Garuda Tujuan Pontianak Pernah Hanya Terbangkan 4 Penumpang

Kemudian, dia menjelaskan, Kementerian BUMN segera membentuk task force Covid-19, sehingga pihaknya memilah penempatan karyawan untuk sebagian besar kerja dari rumah atau work from home.

Baca: Erick Thohir Angkat Pejabat BIN Jadi Dewan Komisaris Antam

"Bagaimana kegiatan di kantor, kami mengurangi cukup drastis hampir 70 persen karyawan itu work from home," kata Destiawan.

Sementara, lanjutnya, untuk karyawan yang kerja dari kantor atau work from office diutamakan untuk kegiatan-kegiatan yang terkait pembayaran dan transaksi keuangan, serta kegiatan tender yang waktunya tidak bisa diundur lagi.

Baca: Karyawan Proyek Tak Mudik, Waskita Karya Beri Fasilitas Tambahan

Sementara, pemilahan kegiatan yang masih dapat berlangsung di proyek juga dilakukan dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

"Kita pilah kegiatan di proyek, ini yang memang agak berat karena harus tetap berlangsung aktivitasnya. Kemudian, kami membatasi di sana, protokolnya adalah persyaratan soal menyediakan untuk cuci tangan, hand sanitizer, dan masker," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved