Breaking News:

Virus Corona

INDEF: 3 Juta Karyawan Terdampak Covid-19, Kena Pemotongan Gaji Hingga PHK

Potret tenaga kerja juga menyedihkan karena yang terdampak pandemi Covid-19 sudah mencapai 3 juta karyawan.

Tribunnews/Herudin
Kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta Selatan, pada jam berangkat kerja, Kamis (11/6/2020) pagi. Sejak dimulainya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, jalan di Jakarta mulai dipadati kendaraan saat jam berangkat dan pulang kerja. Tribunnews/Herudin 

Laporan Reporter Tribunnews, Yanuar Riezqi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan, dampak pandemi corona atau Covid-19 ini tidak hanya memberikan efek kejut terhadap pasokan dan permintaan, tapi juga menimbulkan krisis sosial karena sebagian masyarakat berkurang pendapatannya.

Ekonom dan Direktur Program Indef Jakarta Esther Sri Astuti memgatakan, khususnya masyarakat yang bekerja di sektor informal sudah pasti mereka tidak keluar rumah, sehingga tidak bisa memperoleh uang untuk mengkonsumsi barang.

Sementara, potret tenaga kerja juga menyedihkan karena yang terdampak pandemi Covid-19 sudah mencapai 3 juta karyawan.

"Ini data saya peroleh langsung dari staf khusus menteri ketenagakerjaan sebelum Lebaran per 10 Mei. Ada tambahan, jadi ada sekira 3 juta orang yang sudah terkena dampak dari Covid-19," ujarnya saat teleconference, Jumat (12/6/2020).

Baca: Sengketa Geprek Bensu, Begini Awal Mula Jordi dan Ruben Onsu Gabung di Bisnis I Am Geprek Bensu

Dia menjelaskan, dampak tersebut beragam mulai dari karyawan dirumahkan, sehingga pendapatan berkurang hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Kalau dirumahkan itu biasanya gajinya dipotong 50 persen, dia hanya mendapatkan 50 persen gaji pokok. Kemudian, sebagian besar juga sudah PHK karyawannya," kata Esther.

Baca: Cerita Awal Mula Jordi dan Ruben Onsu Gabung Bisnis I Am Geprek Bensu

Menurutnya hal ini terjadi akibat perusahaan tidak bisa memproduksi dengan baik maka pendapatannya menurun.

"Kalau turun maka bisa dipastikan suatu perusahaan akan me-layoff karyawannya. Nah ini makanya tadi saya katakan bahwa memang sudah terjadi pasokam dan permintaannya disitu ada efek kejut," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved