Breaking News:

Eksklusif Tribunnews

Dirut Garuda Indonesia: Mengeluh Tidak Membawa Perubahan

70 persen pesawat garuda dikandangkan. 800 karyawan berstatus kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu dirumahkan

TRIBUN/DANY PERMANA
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjawab pertanyaan jurnalis saat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews.com di kantor Garuda Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (11/6/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Diterpa badai wabah corona atau Covid-19 tak membuat Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengendurkan optimisnya. Ia tetap percaya badai pasti berlalu. Garuda Indonesia mengalami penurunan penumpang sekira 90 persen.

Membuat keuangan di tubuh maskapai penerbangan nasional Indonesia itu goyang. Irfan bercerita di jajaran direksi memangkas gaji mereka hingga 50 persen.

Baca: Saiq Aqil: Para Pelanggar Hukum Kebanyakan Bukan Alumni Pesantren

70 persen pesawat garuda dikandangkan. 800 karyawan berstatus kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu dirumahkan. Dampak dari wabah corona, sehingga mobilitas masyarakat terbatas, dan penumpang pesawat berkurang drastis.

Saat ditemui Tribun Network, Irfan bercerita bahwa Garuda Indonesia tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk new normal atau tatanan hidup baru.

Berikut petikan wawancara bersama Irfan:
Langkah-langkah new normal, apa yang dilakukan pihak Garuda Indonesia?
Saya lebih setuju new norm. New normal itu sebuah kesepakatan. Bagaimana perusahaan bertanggungjawab melakukan persiapan itu. Tapi the essence itu bahwa kita ini punya tanggungjawab sama-sama. Ada yang cuek, ada yang gagah berani. Ada yang parno.

Saya punya teman, Anda sudah cuci tangan. Dikit-dikit cuci, iya biar bersih. Coba semprot ke muka, siapa tahu bisa bikin licin ha-ha. Jerawat-jerawat lama-lama ilang sendiri.

Dari mulai yang cuek, gagah berani, dan parno ini bakal bertemu di satu pesawat. Satu tujuan kan'. Waktu penumpang beli tiket kita tidak tanya klasifikasi Anda apa. Kita harus membuat orang di setiap level aman dan nyaman.

Baca: Manajemen Garuda Plong, Perpanjangan Pelunasan Sukuk Globalnya Dapat Persetujuan

Penumpang harus pakai masker. Bawa pembersih tangan. Kita harus formulasikan. Kita akan mengikuti protokol kesehatan. Misal dalam penyediaan air minum di pesawat, tidak nyaman kalau pakai gelas, sekarang pakai botol.

Makanan masih dalam plastik, selama ini kan roti dalam plastik tidak sopan. Sekarang tidak kita buka. Kita tanya penumpang nyaman. Kalau penumpang nanya kapan dibersihkan, oh ini sudah dibersihkan sebelum masuk. 

Baca: Menaker Bantu Pekerja Ter-PHK dengan Program Padat Karya Setiap Jumat

Terus kerja sama dengan pihak bandara. Saya berpikir ini proses kita mengubah interaksi sampai dalam satu titik kita nyaman. Kita semua nyaman. Seperti kita kemarin-kemarin kita nyaman desek-desekan. Nonton film dekat-dekatan. Naik bus dekat-dekatan.

Halaman
123
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved