Breaking News:

Omnibus Law Cipta Kerja

Ekonom: Omnibus Law Jadi Peluang Pemerintah Cetak Lapangan Kerja

Ia menilai, Undang-Undang yang berspirit memangkas regulasi ini bisa menjadi peluang pemerintah pulihkan ekonomi pasca krisis akibat pandemi.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Foto ilustrasi - Pelajar SMA Negeri 1 Bangilan, Tuban membuat sablon pada kaos pesanan pengunjung saat "Festival SMA/MA Double Track" di JX International Expo, Surabaya, Minggu (29/12). Dalam festival itu menampilkan produk atau karya pelajar dari 157 sekolah di 28 kabupaten di Jawa Timur guna mengenalkan kepada masyarakat tentang program sekolah "Double Track" yang lebih banyak memberikan keterampilan kepada muridnya karena 60 persen dari mereka tidak melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Diharapkan dengan program inovasi SMA Double Track dan Madrasal Aliyah Double Track ini pertahun di Jawa Timur akan ada 600 ribu tenaga kerja yang terjawab kebutuhan lapangan kerjanya dari 800 ribuan angkatan kerja baru yang tumbuh setiap tahunnya di Jatim. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Wasiaturahma mendorong pemerintah dan DPR segera mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja.

Ia menilai, Undang-Undang yang berspirit memangkas regulasi ini bisa menjadi peluang pemerintah pulihkan ekonomi pasca krisis akibat pandemi.

Rahma mengatakan, keberadaan RUU Cipta Kerja bertujuan untuk menghilangkan segala kerumitan dalam investasi. Menurutnya, kemudahan investasi akan menarik para investor kembali masuk ke Indonesia.

Baca: Tinjau Kawasan Industri Batang, Presiden Ingin Buka Lapangan Kerja Sebanyak-banyaknya

"Saat investor masuk, akan terbuka lapangan kerja. Sektor-sektor yang terdampak karena covid-19 akan kembali bergerak. Ini salah satu tujuan RUU Cipta Kerja," kata Rahma, Selasa (30/6/2020).

Rahma mengatakan, untuk membuka lapangan kerja dan mendorong ekonomi segera bangkit paska covid-19 pemerintah harus membuka keran investasi. Sementara itu, kemudahan investasi di suatu negara menjadi pertimbangan bagi para investor. Menurutnya, hal ini bisa diakomodasi di dalam RUU Cipta Kerja.

Baca: Ekonom: Siapapun Rezimnya, Pasti Butuh Omnibus Law

"Ketika investasi masuk, bisnis akan tumbuh. Otomatis butuh banyak tenaga kerja. Saat masyarakat bekerja kembali, tingkat konsumsi akan terjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Rahma.

Rahma mengatakan, perekonomian dunia terpukul karena covid-19. Banyak investor-investor besar meninggalkan negara ramah investasi seperti India dan China akibat pandemi.

Baca: TGB: Sertifikasi Halal di RUU Cipta Kerja Harus Penuhi Tiga Kaidah

Meski saat ini para investor masih dalam posisi menunggu dan mencari peluang paska pandemi, Rahma menilai momentum ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk memulihkan ekonomi. 

"Ini peluang agar investor-investor mengalihkan perhatiannya ke Indonesia dan berperan dalam pemulihan ekonomi," kata Rahma.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved