Breaking News:

Bank Himbara Gotong-royong Pulihkan Ekonomi, dari UMKM hingga Properti

Sunarso mengatakan, perusahaan akan melakukan ekspansi penyaluran kredit hingga Rp 90 triliun setelah dapat penempatan dana pemerintah.

Bank BRI
Direktur Utama Bank BRI Sunarso. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara secara gotong-royong membantu proses pemulihan ekonomi akibat pandemi corona atau Covid-19.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, perusahaan akan melakukan ekspansi penyaluran kredit hingga Rp 90 triliun setelah dapat penempatan dana pemerintah.

"Kami terima dana Rp 30 triliun. Dalam 3 bulan, kami harus ekspansi kredit sebanyak minimal 3 kali berarti Rp 90 triliun," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Baca: Gerakan Pakai Masker, Bank BRI Dukung Aktivitas Ekonomi Pasar Tradisional

Baca: BNI Sasar Penyaluran Kredit di Zona Hijau Covid-19, Utamakan Sektor Padat Karya

Sementara, Direktur Utama BNI Herry Sidharta menyampaikan, akan fokus menyalurkan kredit untuk meningkatkan stimulus dalam pertumbuhan ekonomi, terutama di zona hijau Covid-19.

"Mulai ada pembukaan PSBB secara bertahap. Mulai di daerah hijau (Covid-19), kita akan memasuki di sana, kita akan mulai untuk segera memulihkan perekonomian yang mungkin selama ini sempat PSBB," kata Herry.

Selain itu, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menjelaskan, pihaknya akan masuk ke sektor UMKM dari biasanya fokus ke korporasi.

"Tambahan saja tadi yang disampaikan Pak Sunarso (direktur utama BRI), semua akan masuk di sektor-sektor tertentu yang kami rasa kami siap. Sebagai contoh, kami bidangnya lebih banyak di korporasi, tapi bukan berarti kami tidak masuk di mikro juga dan beberapa koperasi, kami juga bantu pembiayaannya," tutur dia.

Adapun, Direktur Utama BTN Pahala Mansury menambahkan, perusahaan juga berkomitmen bahwa penyaluran kredit properti akan tetap tumbuh positif pada 2020.

"Pangan dan papan merupakan kebutuhan dasar, kami yakin permintaannya masih akan tumbuh. Untuk KPR subsidi, permintaan bulan Juni sudah lebih tinggi sekira 30 sampai 40 persen dibanding bulan Mei lalu, pelonggaran PSBB untuk kredit rumah berpengaruh positif," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved