Breaking News:

Erick Thohir Ungkap Penyebab Korupsi di BUMN Merajalela

Erick menegaskan BUMN yang mengemban proyek pemerintah, pembukuannya harus terpisah supaya tidak mengganggu arus kas perusahaan tersebut.

IST
Menteri BUMN Erick Thohir saat kunjungan langsung kesiapan laboratorium Bio Farma di Bandung, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam peresmian logo baru KBUMN mengatakan ada 53 kasus korupsi yang melibatkan perusahaan negara di tahun ini.

Pernyataan itu kemudian dipertegas lagi dalam agenda diskusi yang disiarkan virtual, Kamis (2/7/2020) malam.

Erick mengungkapkan penyebab persoalan korupsi di BUMN ini kian marak akibat campur aduk antara penugasan pemerintah dan bisnis.

Baca: Bank BUMN Syariah Akan Dimerger, Ditargetkan Tuntas Februari 2021

Baca: Pengamat: Pimpinan DPR Harus Segera Panggil Anggotanya Yang Minta Dilibatkan CSR BUMN

"Jadi ada peran ganda, BUMN perusahaan yang harusnya mengelola bisnis tapi di sisi lain harus menjadi pelaksana penugasan pemerintah," katanya.

Pengusaha media massa ini mengaku sedang melakukan pemetaan untuk menghilangkan kasus korupsi BUMN yang merajalela tersebut.

Dia menyebut akan membagi peran BUMN dalam tiga jenis di antaranya BUMN yang murni berfungsi ekonomi, BUMN yang fokus pelayanan publik, serta ada yang menjalankan keduanya.

“Telkomsel itu pure nilai ekonomi, bersaing tanpa suntikan dari pemerintah. Kemudian ada yang padamu negeri seperti Pupuk Indonesia, dia full disubsidi, sama seperti PLN subsidi besar. Dan yang mix itu seperti BRI,” ujarnya.

Erick menegaskan BUMN yang mengemban proyek pemerintah, pembukuannya harus terpisah supaya tidak mengganggu arus kas perusahaan tersebut.

"Ini sedang kita re-mapping supaya direksi KPI-nya jelas. Dan tidak iri-irian satu sama lain. Ini sudah didiskusikan juga dengan Kemenkeu," paparnya menambahkan.

Menteri BUMN meyakini akan membangun ekosistem yang sehat demi membangun ekonomi bangsa Indonesia yang lebih baik.

Langkah itu harus dan sudah dilakukan seperti transformasi, restrukturisasi, dan konsolidasi dalam merampingkan struktur BUMN.

Perusahaan BUMN dari sebelumnya berjumlah 142 kini menjadi 107, Erick juga berencana merampingkan lagi jumlah BUMN hingga tersisa hanya 70 perusahaan, beberapa perusahaan yang tak sejalan core bisnis induknya akan ditutup.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved