Breaking News:

Menkop: Subsidi Bunga UMKM dan Penjaminan Modal Kerja Sangat Dinantikan

Penyerapan PEN untuk UMKM sampai 7 Juli 2020 yang sudah terealisasi adalah subsidi bunga KUR dan bantuan likuiditas koperasi melakui LPDB-KUMKM.

IST
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) di acara peluncuran Program Skema Subsidi Bunga UMKM dan Penjaminan Modal Kerja, Selasa (7/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap program skema subsidi bunga UMKM dan penjaminan modal kerja menjadi solusi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Pelaku usaha mikro saat ini membutuhkan pembiayaan yang ramah, mudah, dan cepat. Program penjaminan kredit dalam Pemulihan Ekonomi Nasional sangat dinantikan,” kata Menteri Teten dalam Peluncuran Program Skema Subsidi Bunga UMKM dan Penjaminan Modal Kerja pada Selasa (7/7/2020).

Menurut Menkop, penjaminan modal bertujuan untuk menjembatani akses UMKM ke bank atau lembaga keuangan formal, khususnya bagi UMKM yang fleksibel namun belum bankable.

Pemerintah menugaskan BUMN PT Jamkrindo (Persero) dan PT Askrindo (Persero) untuk menjamin pemenuhan kewajiban finansial UMKM sebagai penerima kredit.

Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak yang besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kontribusi dalam perekonomian nasional.

Baca: Subsidi Bunga KUR Cair, BRI Salurkan ke 214 Ribu Nasabah

“Maka ke depan perbankan dan seluruh Lembaga Pembiayaan harus memprioritaskan UMKM dalam penyaluran pembiayaan dan pendampingan,” katanya.

Teten menambahkan, pemberian modal kerja kali ini lebih ditekankan untuk mendorong kegiatan usaha termasuk UMKM yang diharapkan dapat segera mendorong perekonomian bergerak kembali.

Baca: Airlangga: Laporkan jika Ada Perbankan yang Hambat Relaksasi Subsidi Bunga UMKM

“Kredit modal kerja ini diberikan kepada UMKM yang juga bankable dan kondisi sehat. Jadi ini harus dipahami seperti itu, dan ini bisa koperasi, perorangan, atau badan hukum, dan plafonnya maksimal Rp10 miliar,” kata Teten.

Tercatat dari total anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dialokasi khusus untuk KUMKM sebesar Rp123,46 triliun, yang tersebar penganggarannya lintas kementerian/ lembaga dan BUMN.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved