Breaking News:

Pandemi Covid-19, Pemerintah Disarankan Lebih Agresif Perhatikan Sektor UMKM

Dari data yang ada, jumlah UMKM yang mampu mengakses permodalan jumlahnya tidak mencapai 20 persen.

tangkap layar
Ekonom INDEF, Enny Sri Hartati. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus covid-19 yang berlangsung hampir tiga bulan nyaris membuat perekonomian nasional lumpuh.

Bahkan, pelaku sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang didominasi masyarakat kelas menengah ke bawah, bahkan kehilangan pendapatan.

Hal itu tak luput dirasakan oleh Heryanto yang merupakan pengrajin tikar lipat di Babakan, Ciseeng, Bogor. Ia mengaku usahanya terpaksa tutup selama empat bulan masa pandemi Covid-19.

Baca: Kasus Baru Covid-19 Meningkat, Praktisi Kesehatan Sarankan Ganjil Genap Tidak Diterapkan Dulu

Baca: Realisasi Penyerapan Dana PEN Sektor Koperasi dan UMKM Baru 6,82 Persen

"Pandemi ini bagi kami sangat berpengaruh, dan pendapatan kami terhenti. Sekitar empat bulan usaha terhenti, kami tidak berproduksi," ungkap Heryanto, yang merupakan pelaku UMKM Binaan Jamkrindo, dalam diskusi Forum Monitor bertajuk 'Pemulihan Ekonomi Nasional Sektor UMKM', Jumat (10/7/2020).

Dampaknya, beberapa warga sekitar dari kalangan ibu-ibu yang diberdayakan Heryanto turut kehilangan sumber pendapatan utama dari usaha menjahit tikar lipat itu.

Menanggapi persoalan yang dialami Heryanto serta para pelaku UMKM lainnya, Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Ja’far mengatakan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi harus mendapatkan dukungan dari banyak stakeholder.

Legislator dari Fraksi PKB ini pun mendorong pemerintah agar memberikan perhatian lebih kepada pelaku UMKM di Tanah Air agar naik kelas, termasuk dukungan anggaran permodalan.

Sebab selama ini, anggaran UMKM tidak pernah naik.

"Bicara soal Kementerian Koperasi dan UKM, ini anggaran UMKM tidak pernah naik. Malah turun. Jadi terkesan tidak ada upaya untuk memperjuangkannya," kritik Marwan.

Untuk mengatasi masalah UMKM, Marwan mengatakan pihaknya akan mendukung penuh apapun yang dilakukan pemerintah demi stabilitas ekonomi di Tanah Air.

Halaman
12
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved