Breaking News:

Pengamat Nilai IPO Subholding akan Untungkan Pertamina

Huda menilai bahwa prospek subholding Pertamina dalam lantai bursa juga juga cerah. Pasalnya, bisnis migas menurut Huda tidak pernah mati

Pertamina
Gedung PT Pertamina (Persero). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Nailul Huda menilai restrukturisasi dan rencana Initial Public Offering (IPO) subholding Pertamina dinilai menguntungkan BUMN tersebut.

Terutama menurutnya, karena bisa menjadi sumber pendanaan dalam rangka ekspansi bisnis.

Baca: Restrukturisasi Pertamina Perkuat Pengelolaan Energi Nasional

“Kalau untuk ekspansi bisnis, tentu rencana itu menguntungkan. Karena tujuan IPO memang untuk pendaaan ekspansi bisnis,” kata Huda di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Huda menilai bahwa prospek subholding Pertamina dalam lantai bursa juga juga cerah. Pasalnya, bisnis migas menurut Huda tidak pernah mati.

“Jadi IPO akan menguntungkan. Yang perlu dilihat, apakah Pertamina memang perlu IPO atau tidak,” kata dia.

Rencana masuknya subholding Pertamina di lantai bursa, menurut Huda juga sebagai hal lumrah dilakukan entitas bisnis.

Apalagi, yang akan IPO adalah subholding, bukan Pertamina.

“Tidak ada masalah. Karena Pertamina masih bisa mengendalikan anak perusahaannya,” jelas Huda.

Sementara, Pertamina terus memperkuat komitmen menjalankan fungsi strategis dalam mengelola dan menyediakan energi bagi kepentingan masyarakat hingga pelosok negeri pasca restrukturisasi perusahaan.

"Sebagai Badan Usaha Milik Negara, seluruh kebijakan Pertamina harus mengacu pada arahan pemegang saham, dalam hal ini Menteri BUMN yang mewakili Pemerintah," tutur Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, dalam keterangan resminya, Rabu, 22 Juli 2020.

Halaman
12
Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved