Breaking News:

Virus Corona

Gugus Tugas Covid-19: Utamakan Kesehatan atau Ekonomi?

Gugus Tugas Covid-19 menyatakan, perekonomian harus tetap jalan saat normal baru meski dengan protokol kesehatan ketat.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
EKONOMI MENGGELIAT - Ribuan kendaraan melaju menuju arah Jakarta dalam situasi lalu lintas yang padat merayap di Jalan Daan Mogot KM 22, Batuceper, Kota Tangerang, Senin (3/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan, pihaknya berupaya mencari solusi penanganan dampak Covid-19 di Indonesia.

Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Laksamana Madya TNI (Purn) Achmad Djamaludin mengatakan, upaya itu utamanya dilakukan dengan pendekatan aspek kesehatan.

Pihaknya juga ikut serta membantu penanganan dari sisi ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.

“Misalnya, kalau Senin pagi ada penumpukan penumpang di transportasi umum, saya ikut rapat mencari solusinya. Saya dan Pak Doni (Doni Monardo, ketua Gugus Tugas) juga ke Jawa Timur untuk sinkronkan semua pihak guna menyiapkan tempat untuk karantina,” ujarnya, Selasa (4/8/2020).

Baca: Pandemi Covid-19 Juga Bikin Industri Unggas Ikut Sakit-sakitan

Dengan kondisi itu, kata Achmad, peran Gugus Tugas memang lebih banyak untuk mencari solusi penanganan Covid-19 dari aspek kesehatan, meski tidak mengabaikan juga aspek ekonominya.

“Dalam proses percepatan penanganan Covid-19 ini ada dua sisi, penanganan kesehatan dan ekonomi. Sisi penanganan Covid-19 pasti kegiatan paling utama dari mulai tracing, tracking, dan treatment, itu harus ditingkatkan,” katanya.

Baca: Percepatan Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Tempatkan Dana Rp 2 Triliun di Bank DKI

Dia mengatakan, perekonomian harus tetap jalan saat normal baru meski dengan protokol kesehatan ketat.

“Karena, bagi pemerintah orang yang terbebas dari Covid-19, tapi tidak bisa kerja, lama-lama jadi ‘mati’ juga istilahnya. Makanya, ekonomi harus terus bergerak, tapi penanganan dari sisi ekonomi memang tidak mudah,” kata dia.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved