Breaking News:

Bank Didorong Tingkatkan 'Private Cloud' Seiring Kian Maraknya Transaksi Digital

Sektor perbankan perlu mengantisipasi lagging atau bottle neck ketika puncak transaksi terjadi.

Industry & Business
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebutuhan transaksi digital terus meningkat di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial yang diperlukan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 berdampak signifikan terhadap peningkatan tren penggunaan transaksi digital.

Ini lantaran perubahan perilaku masyarakat yang beralih menggunakan transaksi digital, seperti mobile banking atau perangkat transaksi virtual lainnya.

Baca: Gelar BMBI Fest 2020, Menperin Agus Gumiwang Targetkan Transaksi Pameran IKM Rp 50 Miliar

Meningkatnya transaksi digital berdampak pada kemampuan server yang juga perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, mengadopsi private cloud menjadi pilihan terbaik saat ini.

Tujuannya untuk mengantisipasi transaksi digital yang meningkat cukup tajam ditengah pandemi saat ini, terutama di sektor penting seperti perbankan.

Sektor perbankan perlu mengantisipasi lagging atau bottle neck ketika puncak transaksi terjadi.

Melihat fenomena tersebut, PT Anabatic Digital Raya dan Huawei Indonesia berkolaborasi melalui produk Huawei High Performance Server dan Storage untuk private cloud yang dapat memenuhi kebutuhan sektor perbankan dengan harga yang ekonomis.

Nugraha Santosa, Presiden Direktur Anabatic Digital Raya mengatakan, pertumbuhan bisnis di era transformasi digital berkembang sangat pesat. Perusahaan pun harus bijak mengeluarkan investasi yang dapat meningkatkan keuntungan perusahaan saat ini.

"Opsi pembangunan private cloud untuk memenuhi kebutuhan server perbankan bisa menjadi solusi guna mengantisipasi transaksi digital banking per detik yang meningkat cukup tajam ditengah pandemi Covid-19 saat ini," ujar Nugraha dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2020).

Baca: Didominasi Ekspor, Pertamina SMEXPO 2020 Catat Potensi Transaksi Lebih dari Rp 9 Miliar

Dengan private cloud, bank dapat mengelola, menerapkan, dan menggunakan layanan IT secara lebih fleksibel.

Selain iti, bank juga dapat secara khusus menggunakan private cloud untuk melakukan dan menganalisis informasi lebih cepat dan membuat keputusan lebih tepat.

Nugraha menyebut, pihaknya dan Huawei menyediakan solusi infrastruktur untuk sektor perbankan, termasuk computing dan storage karena Huawei memiliki pengalaman dalam proyek-proyek pada industri keuangan.

Berita ini tayang di Kompas.com dengan judul: Transaksi Digital Marak, Bank Didorong Tingkatkan "Private Cloud" 

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved