Breaking News:

Pengamat Ketenagakerjaan: Pekerja Terkena Covid-19 Harus Tetap Dapat Upah Penuh

Timboel Siregar meminta perusahaan agar menjamin pekerja yang terkena Covid-19 tetap mendapatkan hak gaji secara penuh.

Tribunnews/JEPRIMA
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Ketenagakerjaan Timboel Siregar meminta perusahaan agar menjamin pekerja yang terkena Covid-19 tetap mendapatkan hak gaji secara penuh.

"Kami ingin mengadvokasi agar upah pekerja yang sakit Covid-19 maupun OTG (orang tanpa gejala, red) dan harus isolasi mandiri tetap dibayar full," ucap Timboel kepada Tribunnews, Rabu (16/9/2020).

Dia menegaskan supaya perusahaan menyediakan sarana dan prasarana bagi pekerja yang mengalami Covid19 khususnya yang OTG semisal tempat isolasi mandiri.

Baca: Marak PHK di Tengah Pandemi, Ini yang Perlu Pekerja Ketahui jika Pesangon Tak Sesuai Ketentuan

Baca: Akibat Covid-19, Maskapai Virgin Atlantic Akan PHK 1.150 Karyawannya

"Bila pekerja mengalami gejala Covid-19 maka dilarikan ke RS dengan biaya ditanggung Pemerintah sesuai Permenkes 238 tahun 2020," tuturnya.

Pria yang karib disapa Tabik itu juga menyampaikan pekerja yang terkena Covid19 dalam bekerja harus dipastikan mendapat manfaat JKK atau JKm sesuai PP 44 tahun 2015 junto PP 82 tahun 2019, hingga mengalami meninggal dunia.

Selain itu, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 perusahaan juga harus menerapkan pekerja yg bekerja di kantor maksimal 50 persen dengan sistem bergilir bekerja.

Pekerja yang bekerja di rumah pun dipastikan dapat JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) atau JKm (Jaminan Kematian) bila mengalami kecelakaan di rumah misalnya jatuh di kamar mandi.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved