Pemilihan Presiden Amerika Serikat
Biden Jadi Presiden AS, Hot Money Diyakini Mengalir ke Indonesia
Ekonom Indef Enny Sri Hartati menilai, siapapun Presiden AS terpilih baik Trump atau Biden tidak berdampak serius jika Indonesia tidak berubah.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) dinilai memberi dampak positif ke Indonesia dari hot money.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, dampak Biden sudah positif bagi ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.
"Dana asing kembali masuk dan rupiah pun menguat. Sementara, yang jadi tantangan adalah sentimen di pasar harus berubah menjadi masuknya investasi langsung atau FDI bukan sekedar dana portofolio atau hot money," ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada Tribunnews, Rabu (11/11/2020).
Ekonom Indef Enny Sri Hartati menilai, siapapun Presiden AS terpilih baik Trump atau Biden tidak berdampak serius jika Indonesia tidak berubah.
Baca juga: Wartawan Senior AS: Amerika Akan Lihat Kehancuran Finansial Lainnya Jika Joe Biden Menang
"Sebenarnya kalau secara agregat, Indonesia bukan ancaman Amerika. Sekalipun neraca perdagangan Amerika dan Indonesia defisit, kecil tidak seberapa," katanya.
Dia menambahkan, impor Amerika dari Indonesia juga tidak ada yang menganggu industri di Negeri Paman Sam karena yang diekspor adalah produk komoditas.
Baca juga: Joe Biden Menang Pemilu AS, Ini Dampaknya ke Ekonomi RI
"Sementara ekspor Amerika itu susah diserap. Ekspor ke Indonesia produk kedelai, jarang (terserap)," pungkas Enny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/joe-biden-8112020.jpg)