Breaking News:

Tahun Baru 2021

Pengunjung Sepi, Pengelola Mal Gagal Raup Untung dari Libur Natal dan Tahun Baru

Selama periode Natal dan menjelang akhir tahun yang lalu tidak terjadi lonjakan  kunjungan.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Wajib Pakai Masker - Diskon spesial Tahun Baru 2020 marak ditawarkan di berbagai pusat perbelanjaan seperti pakaian, tas, perhiasan, sandal, dan sepatu dengan promo 50 sampai 70 persen. Tak heran, diskon Tahun Baru tersebut menarik minat konsumen seperti yang terlihat di Paragon Mal Semarang, Selasa (29/12/20). Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyelenggarakan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang berlangsung selama 16-31 Desember 2020. Pesta diskon ini memberikan beragam penawaran menarik pada toko offline di seluruh Indonesia. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Reporter Kontan, Amalia Nur Fitri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sepanjang 2020 hanya sekitar 40% pada saat normal.

Menurut Alphon, sebenarnya pusat perbelanjaan sangat menaruh harapan adanya peningkatan kunjungan pada masa Natal dan Tahun Baru 2020.

 "Tapi sayang, hal tersebut tidak terjadi dikarenakan pemerintah telah memberlakukan berbagai pembatsan untuk menekan jumlah kasus positif COVID-19," ujarnya kepada Kontan, Senin (4/1/2021).

Dia mengatakan, selama periode Natal dan menjelang akhir tahun yang lalu tidak terjadi lonjakan  kunjungan.

"Tingkat kunjungan kurang lebih sama seperti pada saat akhir pekan atau weekend biasanya saja," jelasnya.

Alphon menambahkan, berdasarkan catatannya mall atau pusat perbelanjaan kelas menengah ke bawah mendapatkan kunjungan lebih tinggi dibandingkan dengan mall atau pusat perbelanjaan kelas menengah atas.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena masyarakat kelas atas memiliki kesadaran atau awareness lebih tinggi terhadap virus dibandingkan dengan sebaliknya.

Baca juga: Kawasan Senen Jakarta Pusat Kini Lebih Tertata Rapi dan Artistik

"Masyarakat kelas menengah atas memiliki “awareness” yang lebih tinggi terhadap wabah Covid-19 sehingga pada akhirnya membuat mereka lebih berhati-hati," ujarnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bikin Tenant Pusat Perbelanjaan Menyerah

Tak hanya itu, hingga saat ini tidak sedikit penyewa (tenant) yang membatalkan atau menunda membuka usaha baru.

Mereka dinilai masih melihat kondisi perekonomian ke depan.

"Tingkat okupansi Pusat Perbelanjaan tahun 2020 yang lalu diperkirakan rata - rata nasional adalah 70% - 80%," kata dia.

Persentase tersebut turun kurang lebih 10% - 20% dari sebelumnya, tahun 2019, yakni sekitar 80% - 90%.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul APPBI: Pengelola mal gagal meraih lonjakan kunjungan di momen Nataru

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved