Breaking News:

KKP: Tren Lonjak Peminat Ikan Cupang karena Kemajuan Internet

Komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat. 

Tribunjualbeli.com
Budidaya ikan cupang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai saat ini komoditas ikan hias seperti ikan cupang, guppy dan koi penjualannya meningkat pesat.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menjelaskan, peningkatan ini dipicu kemajuan internet dan teknologi yang mempermudah proses pemasaran.

“Kemajuan teknologi juga dimanfaatkan oleh KKP untuk mengadakan pelatihan maupun webinar secara online untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha budidaya mengenai teknik budidaya hingga model bisnis mulai dari pemula hingga profesional," kata Slamet, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Cara Ternak dan Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula, Ketahui Perbedaan Ikan Cupang Jantan dan Betina

Slamet memaparkan bahwa budidaya ikan hias laik untuk dijadikan komoditas unggulan dalam budidaya karena memiliki berbagai keunggulan seperti sistem budidaya yang tidak memerlukan lahan yang luas, nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan konsumsi.

Baca juga: Awalnya untuk Pemakan Jentik Nyamuk Malaria, Kini Ikan Guppy Jadi Peliharaan Pecinta Ikan Hias

"Dengan perputaran uang yang lebih cepat dalam usaha membuat pengembalian modal usaha juga dapat kembali lebih cepat," terangya.

Komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat. 

Data mencatat dalam beberapa tahun terakhir produksi ikan hias nasional terus mengalami peningkatan dari 1,19 miliar ekor pada tahun 2017 menjadi 1,22 milyar ekor di tahun 2018 hingga tumbuh menjadi 1,28 miliar ekor dengan nilai mencapai Rp19.81 miliar pada tahun 2019.

KKP terus mendorong sektor usaha produktif seperti budidaya ikan hias karena telah terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya terlebih di tengah kondisi pandem Covid-19.

Budidaya ikan hias selain bernilai ekonomis tinggi, diharapkan juga dapat menyerap banyak tenaga kerja dengan peningkatan pendapatan dan nilai tambah di masyarakat.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved