Dirut Angkasa Pura II Sebut Ada Tiga Tantangan yang Akan Dihadapi Industri Penerbangan di 2021

Angkasa Pura II (Persero) menyebutkan, ada tiga tantangan utama yang dihadapi yang harus dihadapi industri penerbangan di tahun 2021 ini.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
dok Angkasa Pura II
Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) menyebutkan, ada tiga tantangan utama yang dihadapi yang harus dihadapi industri penerbangan di tahun 2021 ini.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, tantangan pertama adalah harus melakukan pemulihan pasar rute domestik pada tahun ini.

"Kemudian sektor penerbangan juga belum bisa melakukan pemulihan rute internasional, karena masih sangat bergantung kepada kebijakan pemerintah di setiap negara," ucap Awaluddin, dalam keterangan tertulis, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Runway Bandara Ahmad Yani Terendam Banjir, Angkasa Pura I Optimalkan Pompa Air

Selanjutnya tantangan yang kedua, lanjut Awaluddin, yaitu sektor penerbangan harus menghadapi skema operasional di tengah situasi pandemi yang membuat adanya upaya tambahan untuk memastikan penumpang pesawat, karyawan maskapai dan semua pihak agar tidak terpapar Covid-19 selama perjalanan.

"Adanya upaya ini, tentu membuat operasional penerbangan menjadi sangat kompleks. Tetap, ini menjadi penting karena menyangkut aspek kesehatan dan harus dioptimalisasi," ujar Awaluddin.

Tantangan ketiga menurut Awaluddin, merupakan aspek finansial di stakeholder. Saat ini menjaga finansial sangatlah penting di tengah pandemi Covid-19 dengan beberapa program.

"Dalam upaya menghadapi tantangan tersebut, kami telah mengidentifikasi dan mengantisipasi adanya tiga tantangan utama yang dihadapi sektor penerbangan nasional pada tahun ini," ucap Awaluddin.

Antisipasi tersebut, lanjut Awaluddin, dengan menghadirkan program pemulihan bisnis dengan tema Refocus 2021. Ini merupakan akronim dari Recovering The Business Rapidly, Fostering The Operational Leadership, dan Digitalization Customer Experience.

Meski begitu, lanjut Awaluddin, pihaknya memprediksi pendapatan di sektor penerbangan akan tumbuh dibandingkan 2020 lalu. Meski pertumbuhan ekonomi ini tidak akan seperti di 2019 sebelum adanya pandemi.

"Para stakeholder penerbangan nasional saat ini relatif bisa lebih cepat melakukan adaptasi terhadap situasi dan regulasi yang dinamis di tengah pandemi, dibanding saat awal adanya pandemi," lanjutnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved