Selasa, 14 April 2026

Ekonom: Ditopang UMKM, Ekonomi Indonesia Bakal Rebound Tahun Ini

Ekonom PT Bank Amar Indonesia Tbk Rachel Elizabeth Hosanna, mengatakan ekonomi Indonesia tetap akan bertumbuh tahun ini.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
Tribunnews/Herudin
Faktor ketersedian vaksin akan menentukan langkah dan pola pemulihan ekonomi. Pemerintah saat ini tengah mempercepat distribusi vaksin kepada masyarakat secara bertahap. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia memang masih berjuang keluar dari tantangan pandemi Covid-19 hingga saat ini.

Namun, di mata Ekonom PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) Rachel Elizabeth Hosanna, ekonomi Indonesia tetap akan bertumbuh tahun ini.

Baca juga: Dyandra Lirik Peluang Bisnis Pengelolaan Aset dan Kawasan Agrowisata

Sekurang-kurangnya ada lima alasan yang memperkuat keyakinan Rachel Elizabeth Hosanna tersebut, antara lain:

1. Vaksin Covid-19 menjadi faktor penentu

Faktor ketersedian vaksin akan menentukan langkah dan pola pemulihan. Pemerintah saat ini tengah mempercepat distribusi vaksin kepada masyarakat secara bertahap.

Sebagaimana target pemerintah, vaksinasi kepada sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia dilakukan dalam jangka waktu 15 bulan, sejak Januari 2021 hingga Maret 2022. Harapannya, dengan vaksin tersebut tercipta herd immunity dan ekonomi berangsur pulih.

2. Protokol Kesehatan untuk ekonomi berkelanjutan

Kegiatan ekonomi memang akan berlanjut dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Namun, ketentuan ini tidak menjadi halangan bagi pelaku ekonomi untuk tidak melakukan aktivitas ekonomi. Setahun lebih, pelaku ekonomi dan masyarakat telah belajar hidup berdampingan dengan Covid-19.

Pola kerja baru mulai tercipta dan Covid-19 mendorong pelaku ekonomi dan masyarakat untuk lebih memperhatikan faktor higienis dan keseimbangan lingkungan. Tentu saja, hal ini positif bagi ekonomi berkelanjutan ke depannya.

3. Ditopang UMKM, Ekonomi Indonesia Bakal Rebound

UMKM merupakan segmen industri yang tangguh menghadapi pandemi. Industri ini dapat cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi dan siap menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontribusi industri UMKM untuk ekonomi nasional saat ini sebesar 63 persen.

Pemerintah telah berkomitmen mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekitar lebih dari Rp600 triliun, 60 persen di antara untuk sektor UMKM.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved