Ekonom: Ditopang UMKM, Ekonomi Indonesia Bakal Rebound Tahun Ini
Ekonom PT Bank Amar Indonesia Tbk Rachel Elizabeth Hosanna, mengatakan ekonomi Indonesia tetap akan bertumbuh tahun ini.
Hal ini dilakukan agar 64 juta unit UMKM di Indonesia dapat mendorong kenaikan konsumsi rumah tangga, sejalan dengan upaya pemerintah menarik gerbong ini agar lebih berkontribusi di kancah ekspor luar negeri.
4. Level konfidens yang positif di sektor keuangan
Pada awal tahun 2021, nilai tukar Rupiah terus menunjukkan tren positif disebabkan oleh aliran masuk investasi asing langsung (foreign direct investment /FDI).
Bank Indonesia (BI) akan terus melanjutkan kebijakan yang extra ordinary agar menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah di level aman. Pada Senin (15/2) yang lalu, Rupiah kokoh Rp 13.973 dari dollar AS. Kebijakan suku bunga bakal terus dilanjutkan di level 3,75 persen hingga 2021 untuk memberikan kepastian jangka panjang.
5. Sentimen positif dari UU Cipta Kerja dan PSN
Investasi pada 2021 diperkirakan meningkat karena adanya Undang-Undang Cipta Kerja dan berlanjutnya Program Strategis Nasional (PSN) termasuk proyek infrastruktur.
Adapun anggaran infrastruktur pada APBN 2021 sebesar Rp 417,8 triliun atau meningkat 48,6 persen yoy dibandingkan anggaran infrastruktur 2020.
Selain infrastruktur, prioritas pembangunan nasional di 2021 juga akan difokuskan pada bidang Kesehatan, Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ketahanan Pangan, Perlindungan Sosial, dan Pariwisata.
6. Transformasi Digital Jasa Keuangan di 2021
Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi digitalisasi di sektor jasa keuangan seiring dengan bergesernya gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang semakin erat dengan penggunaan teknologi termasuk ekspektasi terhadap produk dan jasa keuangan.
“Dengan terus meningkatnya penetrasi internet dan digitalisasi di Indonesia, diperkirakan pada 2021 ini akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk melakukan transformasi digital baik dari proses bisnis, distribution channel, maupun sampai dengan struktur kelembagaannya,” kata Rachel.
Sejalan dengan itu, Amar Bank terus berinovasi dan terus meningkatkan layanan perbankan. Pandemi telah mendorong masyarakat untuk mengadopsi digitalisasi lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga meningkatkan permintaan yang sangat besar di pasar.
Kondisi ini tentunya harus dapat dioptimalkan oleh perbankan terutama dengan memaksimalkan fungsi teknologi big data dan Artificial Intelligence (AI).
“Kami optimistis perekonomian akan pulih dari resesi dengan tersedianya vaksin Covid-19 yang akan meningkatkan angka kesembuhan dan membantu pemerintah mengendalikan pandemi.
Vishal Tulsian, Presiden Direktur Amar Bank mengatakan, sebagai perusahaan teknologi dengan lisensi perbankan dan bank digital murni pertama yang fokus pada pengembangan digital-only bank di Indonesia, Amar Bank terus terus bertransformasi mengikuti perkembangan digitalisasi.
"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan perbankan digital yang cerdas (intelligent) serta memperkenalkan produk dan layanan baru yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dapat membantu mengubah hidup mereka menjadi lebih baik,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/vaksinasi-covid-19-bagi-pedagang-pasar-tanah-abang_20210217_173757.jpg)