Breaking News:

Tiga Rekomendasi Bappenas dalan Pengembangan UMKM

saat ini, sebanyak 94 persen UMK tidak menggunakan komputer dalam menjalankan usahanya, dan 90 persen UMK tidak menggunakan internet

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Suharso Manoarfa - Kepala Bappenas 

Pertama yakni adanya perbedaan definisi UMKM antar lembaga.

Baca juga: Gerakan Penyelamatan Desak Suharso Monoarfa Tinjau Ulang Susunan Pengurus PPP 2020-2025

"Serta belum adanya basis data yang terintegrasi," kata dia, Jumat, (19/2/2021).

Kedua yakni Jumlah UMKM yang besar, belum seimbang dengan kontribusinya pada Produk Domestik Bruot (PDB).

Hal ini kata dia, dikarenakan, sebanyak 99 persen usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM.

"Namun UMKM hanya berkontribusi 57 persen terhadap PDB," tuturnya.

Ketiga menurutnya masih rendahnya UMKM yang terjalin dalam kemitraan. Termasuk, berjejaring dalam rantai nilai global (global value chain) .

Diketahui sebanyak 93 persen UMK tidak menjalin kemitraan, dan UMKM berkontribusi sebesar 14 persen terhadap total ekspor Indonesia.

Keempat, yakni akses pembiayaan bagi UMKM masih rendah. Mengacu pada data Kementerian koperasi dan UKM tahun 2019, diketahui sebanyak 88 persen UMK tidak memperoleh atau mengajukan kredit, Rasio kredit UMKM di perbankan terhadap total kredit perbankan 20 persen.

"Kelima, Rendahnya pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya, termasuk digitalisasi.

Diketahui saat ini, sebanyak 94 persen UMK tidak menggunakan komputer dalam menjalankan usahanya, dan 90 persen UMK tidak menggunakan internet," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved