Breaking News:

BI: Indonesia Punya Potensi Ekonomi dan Keuangan Digital yang Sangat Besar

Bonus demografi Indonesia, potensi UMKM, dan ekosistem digital menjadi salah satu faktor potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar.

417marketing.com
ilustrasi e-commerce 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat potensi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia masih sangatlah besar.

Asisten Gubernur-Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan, banyak hal yang menjadi dasar alasan dari potensi besar tersebut.

Antara lain, bonus demografi Indonesia, potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan ekosistem digital yang dibentuk oleh teknologi finansial (Fintech), menjadi tiga alasan yang utama.

"Kita lihat utamanya fintech dan e-commerce yang membuka peluang inklusivitas dan  didukung dengan bonus demografi yang bisa menjadi potensi yang besar bagi Indonesia," jelas Filianingsih dalam acara Webinar Sosialisasi Implementasi Transaksi Pembayaran Digital, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: BPH Migas Teken Kerjasama dengan Telkom untuk Mendigitalkan Distribusi BBM

Menurut Filianingsih, demografi merupakan bonus yang dimiliki oleh Indonesia. Dari total 270 juta penduduk, terdapat 70 persen yang masuk dalam kategori usia produktif.

Dia mengatakan, 64,7 persen dari total penduduk Indonesia terdiri dari generasi Y, Gen Z, dan post Gen Z.

Baca juga: Pandemi Ubah Pola Transaksi Ekonomi dari Konvensional ke Digital

Generasi tersebut merupakan kalangan yang sangat terbuka dengan berbagai kebiasaan dan platform serba digital.

"Ini adalah the future, generasi masa depan. Generasi ini kita kenal dengan digital native," jelasnya.

Terkait pengaruh fintech dan e-commerce, Filianingsih kembali menjelaskan, keduanya mampu mengembangkan ekosistem digital. Karena, potensi buyer yang ia punya sangatlah besar.

"Potensi lain yang dilihat ekosistem digital yang dibentuk Fintech dan e-commerce, mereka mempunyai potensi buyer yang memang sangat besar," ujarnya.

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia membuat pergeseran pola transaksi ekonomi dari cara konvensional menuju ke platform digital.

Filianingsih mengatakan, hal tersebut tercermin dari peningkatan transaksi pada Digital Banking dan e-commerce di 2020.

Berdasarkan data yang dirinya miliki, nominal transaksi e-commerce pada tahun 2020 mencapai angka Rp 280 triliun, atau tumbuh 32,6 persen dari tahun 2019.

Sementara, nominal transaksi digital banking di tahun 2020 mencapai Rp 27.356 triliun, atau tumbuh 2,7 persen.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved