Breaking News:

Garuda Perbanyak Frekuensi Terbang demi Pertahankan Bisnis di Masa Pandemi

Garuda Indonesia memiliki rute khusus pengiriman kargo dari Manado ke Narita, Jepang kemudian dari Bali ke Hongkong untuk komoditi ikan

Serambi Indonesia/Hendri
Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 143 di apron Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (2/9/2020). Serambi Indonesia/Hendri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra menyebutkan, untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 pihaknya mengurangi frekuensi penerbangan.

Menurutnya, Garuda Indonesia selama ini tidak menutup rute penerbangan ke wilayah Indonesia namun hanya mengurangi frekuensi terbangnya saja.

"Hal ini tentunya harus kita lakukan untuk bertahan di tengah masa sulit, untuk mengendalikan arus kas perusahaan," kata Irfan dalam diskusi virtual, Kamis (4/3/2021).

Ia juga mengatakan, meski di tengah pandemi Garuda Indonesia tetap melayani penerbangan rute domestik dan internasional meski frekuensinya dikurangi.

"Kami tidak bisa berhenti untuk terbang, karena Garuda ini memegang mandat untuk menghubungkan konektivitas wilayah Indonesia," kata Irfan.

Dia juga mengungkapkan, di tengah pandemi ini orang yang terbang bukan untuk liburan tetapi diharuskan melakukan penerbangan karena kondisi tertentu seperti keperluan mendesak dari perusahaan, ada keluarga yang sakit atau meninggal.

Baca juga: Rupanya Ini Alasan Garuda Putus Kontrak Sewa Pesawat Bombardier CRJ 1000 NextGen

"Tak hanya itu saja, kami juga masih tetap melayani penerbangan repatriasi untuk warga negara asing yang ingin pulang ke negaranya," ucap Irfan.

Irfan juga menjelaskan, strategi lain yang dilakukan Garuda Indonesia agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah mendorong bisnis kargo.

Baca juga: Garuda Resmi Layani Penerbangan Khusus Kargo dari Bandara Kertajati ke Batam Mulai Hari Ini

"Saat ini, Garuda Indonesia memiliki rute khusus pengiriman kargo dari Manado ke Narita, Jepang kemudian dari Bali ke Hongkong untuk komoditi ikan," ucap Irfan.

Langkah ini, lanjut Irfan, dapat membuat Garuda Indonesia bertahan dengan mengembangkan bisnis penerbangan khusus kargo.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved