Breaking News:

Volume Transaksi Kartu Flazz Capai Rp 6,3 Triliun di 2020

Bank Central Asia atau BCA mencatatkan volume transaksi kartu Flazz yang mencapai Rp 6,3 triliun di sepanjang tahun 2020.

Warta Kota/henry lopulalan
ILUSTRASI. PT Bank Central Asia Tbk dan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berkerja sama transaksi pembelian dengan cukup menggunakan kartu prabayar multifungsi dari perbankan dengan mengunakan kartu Flazz yang di luncur di Stasiun Sudirman, Duku Atas, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2013). (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Central Asia atau BCA mencatatkan volume transaksi kartu Flazz yang mencapai Rp 6,3 triliun di sepanjang tahun 2020.

BCA menargetkan, total transaksi Flazz dapat meningkat sekitar 20 persen dari tahun lalu, dengan menawarkan kemudahan bertransaksi dan top up Flazz melalui BCA mobile (Android dan IOS).

Hal tersebut dikatakan Ketua Panitia BCA Expoversary Online 2021, Petrus Karim, ketika meluncurkan desain baru Flazz dalam acara virtual tersebut.

"Kami juga menghadirkan Kartu Flazz dengan logo baru yang memudahkan masyarakat untuk mengisi ulang,” jelas Petrus dalam keterangan yang diperoleh, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga: BCA Kini Bisa Fasilitasi Pembiayaan Mobil Lewat Virtual

Flazz dengan logo baru ditandai dengan simbol semacam sinyal wifi di atas tulisan Flazz.

Menurut Petrus, dengan logo baru ini, memungkinkan pengguna BCA mobile untuk mengecek dan mengisi ulang (top up) saldo hanya dengan menempelkan kartu ke ponsel pintar berbasis iOS dan Android yang dilengkapi fitur Near-Field Communication (NFC).

Beberapa desain Kartu Flazz unik dan colourful ditawarkan dalam BCA Expoversary, satu di antaranya edisi DC Justice League Chibi yang banyak diburu pengunjung hanya dengan Rp 50 ribu.

Baca juga: Kasus Salah Transfer BCA, Berikut Pengakuan Sang Pelapor

Sebagai informasi, penggunaan kartu Flazz dari BCA sudah dimulai sejak tahun 2009 sebagai uang elektronik untuk metode pembayaran yang simpel dan dapat digunakan di berbagai merchant.

Di tengah kondisi pandemi, transaksi uang elektronik berbasis chip ini sangat membantu untuk berbagai kegiatan seperti transaksi di transportasi umum, jalan tol sampai dengan transaksi di minimarket.

“Harapannya infrastruktur perbankan berupa Flazz yang telah kami persiapkan ini dapat memberikan dampak positif bagi nasabah," jelas Petrus.

"Khususnya, dalam mengakomodir kebutuhan pembayaran cashless untuk mendukung gerakan pemerintah dalam meminimalisir penyebaran virus,” pungkasnya.
 

--

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved