Waruna Group Perkuat Strategi Bisnis di Tengah Tantangan Maritim Global
Waruna Group mencatat pencapaian internasional dengan masuk dalam daftar TOP 50 Global Ship Owners versi Xinde Marine News
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Waruna Group terus memperkuat strategi pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri maritim global yang semakin kompleks.
Lonjakan permintaan energi, regulasi lingkungan yang ketat, serta tuntutan efisiensi logistik mendorong perusahaan pelayaran untuk beradaptasi dan berinovasi agar tetap kompetitif.
Corporate Communications Assistant Manager Waruna Group, Adam K Rumanda, mengatakan perubahan lanskap industri menuntut pelaku usaha untuk melakukan inovasi berkelanjutan. Salah satu regulasi yang menjadi titik balik besar bagi industri pelayaran adalah IMO 2020, yang mewajibkan efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi.
Baca juga: Hari Maritim Nasional: Momentum Menyatukan Ekologi, Ekonomi, dan Kedaulatan Laut
“Tren transisi energi global menuju sumber energi terbarukan juga akan mengubah pola bisnis pelayaran dalam jangka panjang,” ujar Adam dalam keterangannya, Senin (6/10/2025).
Di tengah tantangan tersebut, Waruna Group mencatat pencapaian internasional dengan masuk dalam daftar TOP 50 Global Ship Owners versi Xinde Marine News. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa perusahaan pelayaran asal Indonesia mampu bersaing di panggung global.
Adam menambahkan, persaingan yang semakin ketat mendorong perusahaan pelayaran untuk berinvestasi lebih agresif pada teknologi, digitalisasi, dan sistem logistik cerdas. Menurutnya, daya saing tidak lagi hanya ditentukan oleh efisiensi biaya, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan teknologi dan menjaga standar operasional.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Waruna menargetkan utilisasi kapal hingga 95 persen. Target tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas armada di tengah marjin keuntungan industri yang semakin menipis.
Baca juga: Budaya Keselamatan Maritim Nasional Diperkuat Melalui Sosialisasi Standar Teknis Kapal Wisata
“Optimalisasi operasional kapal serta peningkatan kinerja docking menjadi kunci agar produktivitas tetap terjaga dengan biaya yang efisien,” kata Adam.
Saat ini Waruna Group mengoperasikan lebih dari 150 kapal dengan kapasitas akumulatif mencapai 2,18 juta DWT. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 unit merupakan kapal tanker minyak dan gas yang berperan penting dalam distribusi energi nasional.
Perusahaan juga secara konsisten melakukan peremajaan armada agar sesuai dengan standar keselamatan dan lingkungan internasional. Langkah ini menjadi bagian dari respons terhadap transisi energi global dan upaya meningkatkan keandalan operasional.
Selain lini pelayaran, Waruna juga memperkuat bisnis galangan kapal (shipyard). Integrasi antara pelayaran dan shipyard memberikan fleksibilitas dalam menjaga standar operasional, menekan biaya, serta membuka peluang bisnis baru di sektor perawatan dan perbaikan kapal.
Strategi tersebut membuat Waruna dipercaya oleh sejumlah perusahaan energi global, seperti Pertamina, TotalEnergies Indonesia, ExxonMobil, ConocoPhillips, dan CNOOC.
Setelah memperkuat posisi di pasar domestik, Waruna kini menargetkan ekspansi ke kawasan Asia Tenggara. Posisi geografis Indonesia yang strategis sebagai poros maritim dunia menjadi modal penting untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan peran dalam rantai pasok energi regional.
“Kami melihat potensi pertumbuhan dan kemitraan yang besar di Asia Tenggara. Dengan armada yang terus berkembang dan keandalan operasional, kami ingin menjadi mitra pilihan distribusi energi di kawasan,” ujar Adam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-waruna-group.jpg)