Breaking News:

Proteksi Bisnis UMKM Penting untuk Antisipasi Faktor Eksternal

Fankar Umran, mengatakan selama ini pemberdayaan UMKM hanya fokus pada sisi pembiayaan, namun proteksi bisnis tidak dipikirkan.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
TETAP PRODUKSI LAMPU LAMPION - Nana Suryana (54), pengrajin sekaligus pelaku usaha UMKM Sinar Lampion, sedang memproduksi beragam jenis lampu lampion meski ikut terimbas di tengah masa pandemi ini Senin (8/3/2021). Uniknya lampu hias buatannya ini terbuat dari bahan bambu dan kain perca bekas, lampu lampion ini dijual Nana Suryana dengan harga antara Rp 250.ribu hingga Rp 1 juta/unit. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO BRI Insurance Fankar Umran, mengatakan selama ini pemberdayaan UMKM hanya fokus pada sisi pembiayaan, namun proteksi bisnis tidak dipikirkan.

Menurutnya, UMKM yang terpapar risiko justru akan sangat sulit untuk mendapatkan pendanaan atau menjadi unbankable.

“Kalau terpapar risiko maka sulit dibiayai, turunlah bantuan pemerintah. Ada Rp 80 triliun kemarin, dana pemerintah untuk kebencanaan, termasuk pemulihan UMKM. Kalau itu diasuransikan, pemerintah tidak perlu turun tangan sebesar itu,” katanya dalam seminar daring, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Lebih Dari 11 Ribu Perusahaan Termasuk UMKM Antri Vaksin Gotong Royong

Fankar menuturkan, di Indonesia lebih banyak membahas mengenai single risk event dan tidak memberikan tempat yang layak kepada catastrophic event seperti kejadian bencana.

Akibatnya, ketika terjadi bencana banyak pelaku UMKM yang sulit untuk kembali bangkit dengan cepat.

Untuk menjaminkan risiko catastrophic event sangat penting dibandingkan dengan pilihan mengelola risiko lain.

Baca juga: BLT UMKM akan Dibuka Maret 2021, Ini Cara Mendapatkan dan Syaratnya, Siapkan KTP dan Berkas Lainnya

Fankar menambahkan mentransfer risiko, padahal pelaku usaha hanya membayar premi kecil untuk mendapatkan jaminan yang besar, sekaligus mempercepat pemulihan dan menghindari rentenir.

“Kalau lihat profil masyarakat yang terjebak rentenir itu kadang menjamin rumahnya. Padahal bunga sangat besar. Pilihannya ialah UMKM harus dilindungi dari sisi kegagalan risiko karena faktor eksternal,” ucapnya.

Baca juga: DPD RI Ajak Pelaku UMKM Perbaiki Strategi Pasca Pandemi Covid-19

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut, UMKM memiliki peran sangat penting dalam perekonomian nasional.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan usaha para pelaku UMKM.

“Kita tahu bersama peran penting UMKM ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, karena jumlah unit usaha yang besar dan membuka lapangan kerja, sehingga Presiden dan pemerintah mendukung penuh pengembangan UMKM,” katanya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved