Breaking News:

Pengusaha Bus Sumatera Minta Pemerintah Serius Lakukan Penegakan Hukum

“Ada beberapa persoalan yang menonjol selama 3 minggu perjalanan kami mengunjungi sejumlah PO bus di Sumatera," ujar Kurnia Lesani Adnan, host Perpalz

Instagram Perpalz TV
Bincang tim Perpalz TV dengan owner PO Putra Pelangi Perkasa saat menyambangi Kota Medan, 31 Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan roadshow tim PerpalZ TV selama tiga pekan dari Jakarta menuju Lampung hingga ke Pekanbaru dan Medan menyambangi sejumlah pengusaha transportasi di Sumatera mendapati banyak temuan menarik.

Temuan-temuan yang didapat dalam kegiatan #PerpalZGoestoSumatra tersebut meminta keseriusan Pemerintah dalam melakukan pembenahan dan penegakan hukum di lapangan demi kelangsungan bisnis transportasi darat di wilayah ini.

“Ada beberapa persoalan yang menonjol selama 3 minggu perjalanan kami mengunjungi sejumlah PO bus di Sumatera," ujar Kurnia Lesani Adnan, host Perpalz TV.

Misalnya, kondisi infrastruktur jalan yang rusak, keterbatasan bahan bakar solar, dahan pohon dan kabel listrik atau telpon yang terlalu rendah sehingga ‘nyangkut’ di atap bus, mobil plat hitam yang mengangkut penumpang umum, hingga kesiapan daerah dalam mengembangkan pariwisatanya.

"Namun persoalan yang terbesar adalah penegakan hukum untuk transportasi darat,” kata ujarnya, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Kisah PO NPM, Perusahaan Otobus Tertua di Sumatera Barat, Beroperasi Sejak Zaman Penjajah Belanda

Sani menjelaskan, penegakkan hukum di transportasi darat diperlukan karena di lapangan banyak beroperasi mobil berplat hitam yang mengangkut penumpang umum. Selain itu, banyak juga bus daerah lain yang beroperasi di wilayah-wilayah Sumatra.

Ngobrol bus2
Bincang tim Perpalz TV dengan owner PO Medan Jaya saat menyambangi Kota Medan, 29 Maret 2021.

“Kalau kita lihat di terminal-terminal, banyak beroperasi bus berplat dari provinsi yang bukan dari Sumatra misalnya bus dari Jawa. Bus-bus itu melayani trayek di Sumatra, bukan trayek di tempat asalnya,” kata Sani.

Baca juga: Hino Luncurkan Chassis Bus R260 AS dengan Air Suspension, Harga Ritel Rp 951 Juta

Ada juga perusahaan-perusahaan otobus yang sudah lama tidak terdengar, tiba-tiba muncul lagi dengan armada yang kondisi dan plat daerahnya beragam.

Baca juga: Pandemi Juga Memukul Bisnis Transportasi PO Gumarang Jaya dan Puspa Jaya Lampung

Walaupun pemerintah melarang masyarakat melakukan pergerakan, orang tetap bergerak dengan menggunakan angkutan lain yakni mobil plat hitam. Masyarakat menggunakan plat hitam agar tidak dirazia petugas.

Baca juga: Pengemudi Bus Masih Hadapi Kelangkaan Solar di Lintas Sumatera, Sampai-sampai Harus Bawa Jerigen

“Kondisi seperti ini mengancam kelangsungan bisnis angkutan bus. PO yang diketahui sudah lama tidak aktif, tiba-tiba menggunakan bus dari Jawa untuk beroperasi di Sumatra. Lalu muncul lagi layanan travel yang menggunakan mobil MPV,” jelas Sani.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved