Breaking News:

Bank Mandiri Leverage Dana PEN Lebih dari Empat Kali Lipat Menjadi Rp 66,6 Triliun

Bank Mandiri gunakan dana PEN ke sektor riil padat karya serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak perekonomian dalam negeri

zoom-inlihat foto Bank Mandiri Leverage Dana PEN Lebih dari Empat Kali Lipat Menjadi Rp 66,6 Triliun
TRIBUNNEWS.COM/dany permana
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demi menjaga perekonomian nasional yang terkena imbas pandemi Covid-19, pemerintah telah menggelontorkan sejumlah program pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui perbankan.

Salah satu bank BUMN yang menjadi mitra penyalur program bantuan tersebut adalah  Bank Mandiri.

Total jenderal pemerintah menempatkan dana PEN senilai Rp15 triliun di Bank Mandiri.

Dana tersebut dikelola dan ditempatkan dalam bentuk deposito dengan tenor 110 hari dan suku bunga sebesar 2,84%.

Bank berlogo pita kuning emas itu selanjutnya menyalurkan dana PEN ke sektor riil padat karya serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak perekonomian dalam negeri. Sampai akhir tahun 2020 penyaluran kredit PEN dari Bank Mandiri mencapai Rp 66,6 triliun. Atau me-leverage empat kali lipat dari penempatan dana pemerintah.

"Bank Mandiri berkomitmen kuat untuk memanfaatkan momentum dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional. Antara lain melalui, aktivitas penyaluran kredit PEN sebesar Rp 66,6 triliun kepada lebih dari 268.000 debitur," papar Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, baru-baru ini.

Baca juga: Bank Indonesia: Kinerja Penjualan Eceran Mulai Membaik

Angka persis PEN Bank Mandiri mengalir ke 268.859 debitur. Dari jumlah itu mayoritas untuk sektor UMKM, yakni 265.520 debitur senilai Rp 42 triliun. Sisanya ke non UMKM sebanyak 3.339 debitur dengan nilai Rp 24,6 triliun.

Dari sisi sektor usaha, dana sebesar itu dibagi-bagi kepada beberapa sektor. Nilai terbesar yakni Rp 23,4 triliun atau 35% ke sektor perdagangan Lalu Rp 16,5 triliun ataun 25% ke sektor pengolahan, Rp 8,5 triliun atau 13% kepada sektor pertanian dan kehutanan, Rp 4,5 triliun (7%) untuk sektor konstruksi dan sisanya Rp 13,7 (20%) triliun untuk sektor lainnya.

Berdasarkan wilayahnya, kredit PEN dari Bank Mandiri paling banyak disalurkan ke wilayah Jawa yaitu mencapai Rp 42,9 triliun atau 64% dari total kredit PEN. Kredit itu mengalir kepada 162.948 debitur atau 61% dari total debitur.
Menyusul wilayah Sumatera mencapai Rp 12,6 triliun (19%) kepada 57.210 debitur (21%), Kalimantan mencapai Rp 4,7 triliun (7%) kepada 15.640 debitur (6%), Sulawesi dan Malulu mencapai Rp 3,6 triliun (5%) kepada 18.904 debitur (7%), Bali dan Nusra mencapai Rp 2,1 triliun (3%) kepada 11.168 debitur (4%), dan Papua mencapai Rp 800 miliar (1%) kepada 2.989 debitur (1%).

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved