Breaking News:

Kinerja Ekspor Mulai Membaik, Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bakal Terdongkrak

BI memastikan perbaikan ekonomi domestik terus berlangsung, terutama didukung oleh membaiknya kinerja ekspor dan belanja fiskal.

Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com
Gubernur BI Perry Warjiyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan perbaikan ekonomi domestik terus berlangsung, terutama didukung oleh membaiknya kinerja ekspor dan belanja fiskal.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, untuk kinerja ekspor bakal didukung oleh beberapa komoditas unggulan dalam negeri seperti minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Baca juga: Pasar Respons Positif Suku Bunga BI, IHSG Diperkirakan Berbalik Menguat

"Kinerja ekspor juga diperkirakan terus membaik, lebih tinggi dari proyeksi awal tahun, terutama didorong oleh komoditas CPO, bijih logam, pulp and waste paper, serta kendaraan bermotor dan besi baja," jelas Perry dalam konferensi pers Bank Indonesia, Selasa (20/4/2021).

Lanjutnya, peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama, khususnya Tiongkok.

Baca juga: Lagi, BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 persen

Secara spasial, kinerja ekspor yang membaik terjadi di wilayah Jawa dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

Perry kembali menambahkan, stimulus fiskal Pemerintah dalam bentuk bantuan sosial, belanja barang dan belanja modal juga terus meningkat lebih tinggi dari perkiraan.

Sementara itu, untuk perbaikan konsumsi swasta sebagaimana tercermin pada indikator ekspektasi konsumen dan penjualan eceran sampai dengan bulan Maret 2021 cenderung terbatas.

Hal ini sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya Pemerintah yang terus melakukan akselerasi program vaksinasi nasional.

Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 akan berada pada kisaran 4,1 persen hingga 5,1 persen.

"Ke depan, perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan semakin membaik didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, berlanjutnya stimulus fiskal, dan perbaikan investasi," ujar Perry.

"Implementasi vaksinasi dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 tetap diperlukan untuk mendukung percepatan perbaikan permintaan domestik," pungkasnya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved