Breaking News:

PLN Sebut Kebutuhan Listrik 61 Smelter di Sulawesi Capai 7.184 MVA

PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik untuk 61 fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Sulawesi yang mencapai 7.184 megavol

AFP/Bannu Mazandra
Aktivitas pekerja di smelter PT Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan. Gambar diambil pada 30 Maret 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik untuk 61 fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Sulawesi yang mencapai 7.184 megavolt ampere (MVA) atau sekitar 6.106 megawatt (MW). 

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda menjelaskan, seiring dengan larangan ekspor mineral mentah dalam Undang-undang (UU) Minerba, perusahaan tambang berbondong-bondong membangun smelter, termasuk di Sulawesi yang kaya dengan sumber daya nikel. 

"Dari 61 smelter di Sulawesi, PLN telah mengalirkan listrik bagi lima smelter dengan daya tersambung 88 MVA dan melalui Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL), PLN juga akan mengalirkan bagi enam smelter lainnya dengan daya 738 MVA," kata Huda dalam keterangannya, Sabtu (24/4/2022).

Kelima pelanggan yang telah terlayani tersebut yaitu PT Citra Palu Mineral, PT Sulawesi Resources di Sulawesi Tengah, PT Meares Soputan Mining, PT J Resource Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara dan PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (40 MVA) di Sulawesi Selatan. 

Sementara keenam yang telah menandatangani SPJBTL yakni PT Arafura Surya Alam di Sulawesi Utara, PT Banyan Tumbuh Lestari di Gorontalo, PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (170 MVA) PT Ceria Nugraha Indotama, PT Bintang Smelter Indonesia dan PT Macika Mineral Industri di Sulawesi Tenggara. 

Baca juga: Apresiasi PLN, Gubernur NTT: Kami Gembira Listrik Sudah Menyala

Untuk menjamin kecukupan dan kehandalan pasokan listrik, PLN akan membangun berbagai infrastruktur kelistrikan mulai dari pembangkit, jaringan transmisi hingga gardu induk. 

"Jika sudah ada kepastian untuk membeli listrik PLN, kami siap membangun infrastrukturnya demi mendukung operasional smelter," ucap Huda. 

Ia menyebut, kepastian ini dibutuhkan karena jika infrastruktur sudah dibangun dan perusahaan batal membeli listrik dari PLN, maka tidak ada yang menyerap listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut. 

Sebab, kebutuhan listrik untuk masyarakat di Sulawesi sudah dapat PLN Penuhi. Bahkan dua sistem kelistrikan yang terdapat di Sulawesi tengah mengalami surplus. 

Diketahui, Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan memiliki cadangan daya sebesar 664 MW dan Sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo yang memiliki cadangan daya sebesar 280 MW 

"PLN sangat berharap agar setiap investasi di Indonesia menggunakan listrik negara melalui PLN," paparnya.
 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved