Breaking News:

Baru Lima Hari Ditunjuk Erick Thohir, Direktur BUMN Ini Pamit dari Jabatannya

Kuntjoro Pinardi mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Pemeliharaan Dan Perbaikan PT PAL (Persero).

Surya/Ahmad Zaimul Haq
ilustrasi: Undangan mengabadikan kapal selam KRI Alugoro-405 saat siap diresmikan pengoperasiannya, di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/4/2019). Kapal selam diesel electric submarine U209/1400 produksi PT PAL tersebut merupakan kapal selam pertama yang dirakit secara lokal di fasilitas PT PAL Surabaya. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuntjoro Pinardi mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Pemeliharaan Dan Perbaikan PT PAL (Persero).

Padahal dirinya baru saja diangkat oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada tanggal 21 April 2021, atau tepatnya lima hari yang lalu.

Kuntjoro menjelaskan, alasan pengunduran diri dari jabatan tersebut karena dirinya tidak ingin ada keributan di dalam tubuh PT PAL.

Baca juga: Pasca Umumkan Go Public di Nasdaq, CEO Grab Anthony Tan Diperkirakan Jadi Orang Terkaya di Dunia

“Saya tidak ingin keributan ini berlanjut sehingga mengganggu keberlangsungan usaha PT PAL ke depannya. Oleh karena itu, dengan ini saya nyatakan pengunduran diri saya sebagai Direktur Pemeliharaan Dan Perbaikan PT PAL,” tegas Kuntjoro dalam keterangan yang diterima, Senin (26/4/2021).

Sebagaimana diketahui, Kementerian BUMN menetapkan pergantian jajaran direksi di PT PAL Indonesia (Persero) melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-123/MBU/04/2021 tanggal 21 April 2021.

Dalam hal ini Koentjoro ditunjuk sebagai Direktur Pemeliharaan dan Perbaikan.

Dari adanya penunjukan tersebut, menurutnya, diterima dengan baik dan dia berkomitmen untuk menjalankan tugas semaksimal mungkin dengan segala keahlian dan kemampuan yang dimiliki.

Baca juga: Menko PMK: Varian Baru Covid-19 dari India Paling Harus Diwaspadai

Latar belakang pendidikan dan pekerjaannya memang menunjukkan keahlian di bidang managerial dan tata kelola pengembangan tekhnologi informasi dan telekomunikasi.

“Bagi saya pribadi, tudingan bahwa saya pendukung ISIS dan HTI sama sekali tidak bisa saya terima," jelas Kuntjoro.

"Saya memang pernah menjadi calon legislatif PKS dalam Pemilu 2014 di daerah pemilihan Jawa Tengah. Setelah gagal terpilih, saya mundur dari partai tersebut dan kembali ke dunia akademis dan bisnis sesuai bidang keahlian saya,” pungkasnya.

Rencananya soal pengunduran diri ini disampaikan kepada Menteri BUMN Erick Tohir pagi hari ini.

Sebelum penunjukkan ini, Kuntjoro sepenuhnya bekerja sebagai dosen, antara lain mengajar mata kulia Data Communication.

Dirinya juga sempat menjadi anggota Komite Manajemen Risiko Dan Teknologi Informasi di BPJS Ketenagakerjaan, selain bekerja di beberapa perusahaan internasional.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved