Breaking News:

BCA UMKM Fest 2021: Dorong Peningkatan Kualitas UMKM Lewat Webinar Journey with BCA

Bank BCA dukung peningkatan kualitas UMKM di Indonesia lewat webinar Journey with BCA di gelaran BCA UMKM Fest 2021

BCA UMKM Fest 2021
Webinar Journey with BCA pada gelaran BCA UMKM Fest 2021 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Utama Victoria Care Indonesia ini berbagi kisah seputar perjalanannya dalam membangun brand Herborist dan juga Miranda. Jatuh bangun dan asam garam sudah ia lewati. Bahkan, salah satunya adalah cerita pilihan partner finansial, cerita bersama BCA.

“Saya mulai merintis bisnis pada tahun 1985 hanya dengan 5 orang karyawan saja dan kini kami sudah memiliki 2.500 karyawan,” tutur Billy.

Menurutnya, 33 tahun adalah perjalanan yang terbilang panjang. Beragam ujian telah dihadapi, seperti krisis moneter tahun 1998 yang hampir meruntuhkan bisnisnya. “Saya tidak bisa membayar prinsipal, kala itu kami belum memiliki pabrik. Situasi begitu sulit, tetapi saya punya komitmen untuk menjaga reputasi dan kepercayaan, dan syukur dalam waktu dua tahun kami bisa menyelesaikannya,” urai Billy.

Peran BCA sendiri dalam bisnisnya sangat penting, bank swasta terbesar di Indonesia tersebut sudah dikenal Billy sejak 25 tahun silam, bahkan BCA membiayai investasi pabrik miliknya di Semarang. “BCA memiliki beberapa kelebihan, cabangnya tersebar di Indonesia, inovasi produk dan teknologinya canggih sekali, payroll BCA juga membantu handle 2.500 karyawan kami, bunga kreditnya pun tidak mahal. Customer relationship-nya juga sangat bagus. Saya berharap BCA terus melanjutkan apa yang sudah dilakukan saat ini dan improve lagi,” imbuh Billy. 

Ia juga menuturkan bank memiliki peran penting untuk membantu perkembangan usaha atau bisnis, terlebih untuk para pelaku UMKM. “Saya dulu melangkah hanya dengan 5 orang. Dengan bertambahnya turn over, kita tidak bisa mengatasi dengan modal sendiri. Kebetulan saya bisnis modal dengkul sendiri bukan warisan orang tua. Jadi, sumber kredit dari perbankan adalah solusi tepat untuk membantu kita,” tandasnya.

Lebih lanjut Billy menuturkan, pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak awal Maret 2020 tidak hanya menjadi masalah besar di bidang kesehatan, namun memberikan dampak signifikan pada bidang lainnya, khususnya di bidang ekonomi. Namun, berkat budaya 3 S (Smart, Speed, dan Simple) yang diusung Billy membuat omzet perusahaannya naik.

“Saat pemerintah mengumumkan pandemi Covid-19 di bulan Maret 2020, kami sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Saya ingat persis pada Februari tahun lalu, kami mendapat order dari buyer, yakni produk hand sanitizer sebanyak 1 kontainer, singkat kata order dibatalkan, tetapi saya punya pemikiran pasti pandemi ini akan masuk ke Indonesia dan produk ini akan menjadi sangat vital,” kenangnya.

Selepas menyaksikan perayaan Cap Go Meh bersama Kepala Cabang BCA di Singkawang, ia langsung mengumpulkan seluruh jajaran direksi untuk meeting, terlebih ia mendengar kabar dari kakak iparnya Hongkong dan Wuhan sudah lockdown.

“Pada bulan Maret saya mengambil beberapa keputusan yang sangat penting, contoh saya rilis hand sanitizer ukuran 5 liter. Saat itu hand sanitizer seperti emas dan menjadi barang langka. Pada awal pandemi saya juga berkomitmen menyumbangkan ribuan jerigen kepada pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit di Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, hingga Bali. Ini menjadi CSR kami. Di tengah kesulitan, kami meraih kenaikan sales, tetapi kami tidak memanfaatkan situasi. Kita harus smart mengambil peluang, menuntaskan masalah dengan speed, birokrasi kita sederhanakan (simple). Pada akhir Desember 2020 penjualan kami tumbuh 31 persen dibanding tahun lalu.,” urainya.

Billy pun bertekad ingin menjadikan Victoria Care Indonesia sebagai perusahaan kosmetik dan perawatan tubuh terbaik di kawasan Asia. “Sebelum pandemi, kami sudah berhasil masuk ke market Jepang, Malaysia, Timur Tengah, kami juga sudah persiapkan untuk masuk ke pasar  Tiongkok,” bebernya.

Menutup pembicaraan Billy memberikan tips kepada pelaku UMKM agar tetap survive, yakni fokus kepada produk yang dijual, jangan malu melakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), konsisten, dan tak henti berinovasi.

“Tak kalah penting, jangan patah semangat, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Melakukan evaluasi kalau produk kita kurang laku. Saya bisa seperti ini karena memiliki sikap ulet,” pungkasnya. 

Sebagai informasi dalam kegiatan ini, BCA memberikan kesempatan bagi pelaku industri kreatif skala UMKM, untuk memasarkan produk unggulannya, mengikuti business matching dengan ratusan buyer dari luar negeri, dan serangkaian kegiatan edukatif lainnya. Selain itu, para pengunjung bisa mendapatkan ribuan produk unggulan karya anak bangsa, beragam promo, dan solusi perbankan sesuai kebutuhan.

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved