Breaking News:

Pekerja Sektor Informal Mampu Gerakkan Roda Perekonomian di Tengah Pandemi

Kondisi pandemi seperti saat ini menjadikan pekerja sektor informal lebih kreatif untuk memanfaatkan peluang.

istimewa
Pekerja sektor informal atau yang saat ini dikenal dengan sebutan gig economy, seperti ojek online, ibu-ibu yang menjadi reseller/dropshiper di online shop, atau pekerja lepas tetapi masih bisa mengoptimalkan platform online sebagai sumber penghasilannya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi pandemi seperti saat ini menjadikan pekerja sektor informal lebih kreatif untuk memanfaatkan peluang.

Pekerja sektor informal atau yang saat ini dikenal dengan sebutan gig economy, seperti ojek online, ibu-ibu yang menjadi reseller/dropshiper di online shop, atau pekerja lepas tetapi masih bisa mengoptimalkan platform online sebagai sumber penghasilannya.

"Pada tahun 2020 berdasarkan data terdapat peningkatan yang signifikan atas gig workers sebesar 27,07 persen dari tahun sebelumnya, peran dari gig economy ini mampu menggerakan roda perekonomian Indonesia dan menjadi UMKM baru karena memiliki fleksibilitas dari sisi waktu dan kesempatan," kata Direktur Utama BRI Agro Kaspar Situmorang, Senin (10/5/2021).

Sebagai bagian dari BRI Group yang ditugaskan sebagai penyerang digital, kata Kaspar, maka BRI Agro memiliki kepedulian kepada gig economy workers karena selaras dengan strategi perusahaan yaitu sebagai The Best Digital Bank for Agri & Beyond by Becoming House of Fintech & Home of Gig Economy.

Baca juga: Turut Gerakkan Ekonomi UMKM dan IKM, Ketua DPD RI Dukung Warung KDI Nusantara

BRI Agro menggandeng Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) dan Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) agar dapat masuk ke dalam ekosistem tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Adrian Gunadi selaku Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menyatakan, dengan adanya kerjasama antara Perbankan dengan Fintech menimbulkan kolaborasi yang positif.

"Bagi pelaku fintech lending, adanya akses pendanaan dari bank melalui channeling ini tentunya diharapkan dapat mendanai kebutuhan para pelaku gig economy dengan skala yang lebih besar dan tentunya biaya yang kompetitif," papar Adrian.

Baca juga: UMKM Perlu Go Digital Agar Bisnisnya Adaptif di Masa Pandemi

Di sisi lain, saat Ramadhan, BRI Agro melaksanakan kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat serta pendidikan

"Sasaran kami untuk pemberian paket sembako gratis adalah kepada gig economy workers yang sedang bertahan di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini. Kami membagikan 2.000 paket melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang BRI Agro," tutur Kaspar .

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved