Breaking News:

Toray Group Jepang Luncurkan Program Project AP-G 2022 Untuk Pertumbuhan Sehat Berkelanjutan

Dalam keadaan ekonomi dunia terpukul oleh pandemi corona, Toray Group pada Mei 2020 meluncurkan program manajemen jangka menengah baru "Project AP-G 2

Richard Susilo
Kinerja Keuangan Konsolidasi Toray Industries Inc. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dalam keadaan ekonomi dunia terpukul oleh pandemi corona, Toray Group pada Mei 2020 meluncurkan program manajemen jangka menengah baru "Project AP-G 2022".

"Program ini bertujuan untuk mencapai pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penerapan strategi dasar seperti ekspansi global dalam bidang bisnis yang sedang berkembang, memperkuat daya saing, dan memperkuat fondasi manajemen," ungkap sumber Tribunnews.com di Toray Industries Inc. Kamis ini (13/5/2021).

Selama periode peninjauan, ekonomi global terpukul parah oleh pandemi virus corona baru (COVID-19).

"Stagnasi dalam kegiatan produksi dan konsumsi serta terganggunya rantai pasokan yang disebabkan oleh pembatasan pergerakan orang dan barang internasional mengakibatkan kekacauan di ekonomi Jepang dan luar negeri, menyebabkan penurunan rekor ekonomi."

Selanjutnya, ekonomi global kembali pulih sekitar bulan Juli, seiring dengan aktivitas ekonomi yang dimulai kembali, awalnya di China dan diikuti oleh AS dan Eropa.

Ada kalanya laju pertumbuhan melambat, bergantung pada negaranya, akibat pembatasan aktivitas ekonomi yang disebabkan oleh kembalinya infeksi COVID-19, namun ekonomi global tetap mempertahankan tren pemulihan secara umum.

Akibatnya, pendapatan konsolidasi untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2021, turun 9,9% dibandingkan dengan tahun fiskal sebelumnya menjadi   1 triliun 883,6 miliar yen, dan pendapatan operasional inti   turun 28,1% menjadi   90,3 miliar yen.

Pendapatan operasional turun 51,3% menjadi  55,9 miliar yen dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk turun 45,6% menjadi   45,8 miliar yen karena anak perusahaan AS mencatat penurunan nilai.

Kinerja Keuangan Berdasarkan Serat dan Tekstil dipengaruhi oleh stagnasi aktivitas produksi dan perilaku konsumsi akibat COVID-19 di Jepang dan luar negeri.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved