Breaking News:

Kaum Difabel Diberdayakan Bantu Pulihkan UMKM Nasional

Ketua Yayasan Allianz Peduli berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat bagi para kaum difabel mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
KARYA DIFABEL - Difabel pembuat kaki dan tangan palsu, Anwar Permana mempraktikkan cara menggunakan alat terapi jari khusus untuk penderita stroke ringan pada Youth Expo 2016 di Jalan Ir Sukarno, Kota Bandung, Selasa (8/11/2016). Industri kreatif yang digagas pemuda yang tinggal di Jalan Babakan Sari II, Kota Bandung itu sudah berlangsung empat tahun, dan hasil sudah banyak digunakan kaum difabel seluruh Indonesia. Hasil karyanya dijual dari mulai Rp 500.000 - Rp 5.000.000. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Allianz Peduli menggandeng PT Insight Investments Management menggelar kompetisi Economic Empowerment for Entrepreneurs with Disabilities (Empowered) untuk keempat kalinya bagi penyandang disabilitas.

Kaum difabel diberdayakan membantu memulihkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat bagi  kaum difabel untuk mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Kami ingin penggiat UMKM difabel dapat memberikan sumbangan besar bagi kesejahteraan masyarakat luas, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ni Made, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Terekam CCTV Seorang Difabel di Jonggol Ditodong Celurit, Ponselnya Dirampas 

Sementara Direktur PT Insight Investments Management Ria Meristika Warganda menuturkan bahwa penyandang disabilitas merupakan sumber daya manusia yang berpotensi dan dapat berperan besar dalam pemberdayaan ekonomi. 

"Melalui proses kolaborasi ini, kita semua dapat berperan nyata dalam mendukung kesejahteraan para penyandang disabilitas," urainya.

Baca juga: Peduli Difabel Lamongan, Purnomo Berikan 2 Kursi Roda dan 1 Sepeda untuk 3 Bocah

Pengusaha UMKM difabel Triyono menilai kompetisi ini akan mampu memberikan inspirasi sekaligus mengajak khalayak luas untuk ikut berkontribusi di dalamnya. 

"Ke depan, saya harap teman-teman difabel jangan dibelaskasihani lagi, kita harus fight, kita harus menata, kita harus belajar dari yang sudah berjalan. Dengan begitu kita akan mempunyai power sendiri, mempunyai visi ke depan, ikut membangun bangsa ini, " kata Triyono.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved