Breaking News:

Komisi VII DPR dan Menteri ESDM Sepakati Asumsi Dasar Makro Sektor Energi

Komisi VII DPR dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyepati asumsi dasar makro sektor energi dalam RAPBN 2022.

dok. DPR RI
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VII DPR dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyepati asumsi dasar makro sektor energi dalam RAPBN 2022.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (10/9/2021).

Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menyampaikan, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam RAPBN 2022 disepakati 55 dolar AS sampai 70 dolar AS per barel.

Lifting migas disepakati sebanyak 1,74 juta sampai 1,95 juta barrel oil equivalent per day (boepd), dengan rincian lifting minyak bumi 705 ribu sampai 750 barel per hari, dan lifting gas bumi sebesar 1.031 juta sampai 1.200 juta boepd.

Baca juga: Kementerian ESDM Minta Tambahan Anggaran Tahun Depan Rp1,7 Triliun

Sedangkan, cost recovery 8,5 miliar dolar AS sampai 9 miliar dolar AS. 

Untuk volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, disepakati 14,80 juta sampai 15,58 juta kiloliter dengan rincian minyak tanah 0,46 juta sampai 0,48 juta kiloliter, minyak solar 14,34 juta sampai 15,10 juta kiloliter. 

Baca juga: 5.518 SPBU Pertamina Kini Mulai Jual Bio Solar B30

Kemudian, LPG 3 kg sebesar 7,5 juta ton sampai 8 juta ton. Lalu, subsidi minyak solar disepakati Rp500 per liter, dan  subsidi listrik Rp39,50 triliun atau Rp61,83 triliun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved