Breaking News:

Lulusan Vokasi Ahli Kewirausahaan Diharapkan Dapat Tekan Angka Pengangguran

Disrupsi telah memberikan dampak nyata pada tren pekerjaan, khususnya bagi generasi millennial.

Ist
Foto ilustrasi. 

Menurutnya, mahasiswa sebagai calon tenaga kerja terdidik Indonesia harus memiliki pengetahuan dan skill yang sesuai dengan permintaan pasar tenaga kerja.

Namun penawaran tenaga kerja sendiri setiap tahun tidak meningkat secara signifikan. Permintaan jauh lebih besar dibandingkan penawaran tenaga kerja.

“Penting bagi insitusi pendidikan tinggi membekali mahasiswa dengan berbagai pengetahuan dan keahlian berwirausaha, sehingga mahasiswa sewaktu lulus nanti bukan hanya tergantung dengan pasar tenaga kerja yang terbatas, namun harapannya dapat menciptakan usaha sendiri bagi dirinya, dan bahkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain di sekitarnya,” ujarnya.

Menumbuhkan kewirausahaan pada pendidikan vokasi yang cenderung memiliki porsi praktik lebih besar tidak terbatas dalam bentuk mata kuliah tersendiri.

Baca juga: Kebutuhan Tinggi, BPSDMI Pasok SDM Industri di Sulawesi Lewat Sekolah Vokasi

Justru dengan porsi praktik yang lebih besar, kemungkinan untuk mahasiswa mempelajari keterampilan, keahlian, bahkan sikap wirausaha melalui praktik akan semakin besar pula.

Mahasiswa akan langsung terjun ke lapangan, dan mempraktikan ilmu, keahlian, bahkan membentuk sikap wirausaha pada saat praktik.

“Dengan pendidikan kewirausahaan yang embedded, mahasiswa mampu melihat peluang usaha sewaktu melakukan program kerja magang sehingga mampu memberikan solusi pada perusahaan tempat magang sekaligus menjadi peluang usaha bagi dirinya. Mereka diharapkan lebih memahami permasalahan riil yang ada pada industri, mampu memberikan solusi dan ide kreatif, serta mampu mewujudkan ide tersebut sebagai bentuk usaha di masa depan,” tambah Rifelly.

Selain dari penguatan ekosistem kewirausahaan di kampus vokasi, para mahasiswa juga dapat meningkatkan skill wirausaha dengan cara mengasah pola pikir secara kritis dan kreatif, selalu melihat peluang, dan terus memperbaharui pengetahuan yang up to date dengan mengikuti berbagai pelatihan kewirausahaan.

Rifelly juga menjelaskan, membangun jejaring yang luas juga sangat penting untuk merintis usaha.

Dalam rangka memperkuat kampus vokasi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada para mahasiswa, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek kini tengah membuka Program Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV).

Pendaftaran program yang akan memberikan bantuan pendanaan maksimal senilai Rp 250 juta per PTPPV ini masih dibuka hingga 18 Juli 2021. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved