Breaking News:

Nominal Saham BBCA Bakal Dipecah, Ini Rasio dan Jadwal Rencananya

PT Bank Central Asia TBk dengan kode emiten BBCA berniat memecah nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5.

IST
Ilustrasi kantor cabang BCA. 

TRIBUNNEWS.COM - PT Bank Central Asia TBk dengan kode emiten BBCA berniat memecah nilai nominal saham (stock split).

Adapun aksi korporasi pemecahan saham yang beredar bakal dilakukan dengan rasio 1:5.

Dikutip dari Kontan.co.id, aksi korporasi ini akan merubah total saham BBCA dari 24,65 miliar saham menjadi 123,27 miliar saham.

Untuk nilai nominal saham emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini akan berubah dari Rp 62,5 per saham menjadi Rp 12,5 per saham.

Baca juga: Pengusaha Nilai Bantuan Modal Usaha dari Pemerintah Bisa Bangkitkan Ekonomi Nasional

Baca juga: Pabrik Honda Jepang di Swindon Inggris Tutup Setelah 36 Tahun Beroperasi

MULAI BEROPRASI - Sejumlah warga mengguanakan anjungan tunai Mandiri (ATM) di Kantor Cabang unit (KCU) Bank BCA di Jl Moh Hatta, Kota Pallu (5/10). Pasca gempa dan Tsunami, beberapa bank dikota palu sudah mulai beroprasi namun belum maksimal yang di karenakan listrik yang masih menggunakan mesin pembangkit. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
MULAI BEROPRASI - Sejumlah warga mengguanakan anjungan tunai Mandiri (ATM) di Kantor Cabang unit (KCU) Bank BCA di Jl Moh Hatta, Kota Pallu (5/10). Pasca gempa dan Tsunami, beberapa bank dikota palu sudah mulai beroprasi namun belum maksimal yang di karenakan listrik yang masih menggunakan mesin pembangkit. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

BCA melakukan stock split berdasarkan hasil pencermatan perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di BEI.

Hal itu yang mendasari perusahaan memutuskan untuk melakukan stock split guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA.

"Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa."

"Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri," kata Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: BCA Pastikan Stock Split Saham

Proses stock split BBCA akan mengikuti keentuan yang berlaku.

Selain itu juga akan dilakukan setelah mendapat persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Halaman
12
Penulis: Arif Fajar Nasucha
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved