Breaking News:

Gedung Kantor Pusat Dentsu Dijual, Barulah Perusahaan Periklanan Jepang Mencatatkan Keuntungan

Dentsu Group, sebuah perusahaan periklanan besar, telah mengindikasikan bahwa laba dan rugi akhir untuk tahun lalu akan berubah menjadi surplus lebih

Foto NHK
Gedung kantor pusat Dentsu di daerah Minato-ku, Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Dentsu Group, sebuah perusahaan periklanan besar, telah mengindikasikan bahwa laba dan rugi akhir untuk tahun lalu akan berubah menjadi surplus lebih dari 100 miliar yen dari tahun sebelum.

Salah satu penyebab surplus itu karena penjualan gedung kantor pusat Dentsu di Tokyo.

"Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sempat tersendat, dan kabarnya pemulihan pendapatan iklan yang sempat tertekan akibat bencana corona, serta penjualan gedung kantor pusat akan mendongkrak keuntungan," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu (11/8/2021).

Menurut pengumuman tersebut, hasil keuangan enam bulan Dentsu Group dari Januari hingga Juni 2021 menunjukkan bahwa pendapatan, yang setara dengan penjualan, adalah 492,7 miliar yen, naik 7% dari periode yang sama tahun lalu, dan laba akhir adalah 36,1 miliar yen lalu. Tahun Ini lebih dari dua kali lipat.

Hal ini dikarenakan pendapatan iklan yang sempat menurun di Jepang dan luar negeri, meningkat seiring dengan tren pemulihan ekonomi dunia, seperti kemajuan vaksinasi virus corona baru di masing-masing negara.

Selain itu, mengenai hasil usaha tahun ini, diharapkan laba rugi akhir akan menjadi surplus keuntungan 107,5 miliar yen dari tahun sebelumnya yang mengalami  defisit terbesar di masa lalu.

Selain memperbaiki lingkungan bisnis, keuntungan dari penjualan gedung kantor pusat di Minato-ku, Tokyo akan dibukukan, sehingga terjadilah surplus akhir untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

CFO Dentsu Group Yunobu Soga, yang ditemui secara online, mengatakan, "Meskipun ada kekhawatiran tentang penyebaran infeksi di masa depan, ekonomi global terus pulih dan tercermin dalam hasil untuk paruh pertama tahun ini. Tren pemulihan akan berlanjut di paruh kedua tahun ini."

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved