Pakar Siber: Indonesia Harus Mandiri di Teknologi Luar Angkasa, Energi Terbarukan dan Internet

Pratama Persadha menjelaskan Indonesia bisa fokus pada tiga hal, pertama energi terbarukan, internet dan juga teknologi luar angkasa.

Penulis: Hendra Gunawan
Editor: Sanusi
Pertamina
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, sejak 1995 setelah adanya pesawat N-250 Gatotkaca. Kini di tahun 2021, apa fokus kita sebagai salah satu negara besar di dunia internasional.

Dalam keterangannya Rabu (11/8/2021), pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa Indonesia bisa fokus pada tiga hal, pertama energi terbarukan, internet dan juga teknologi luar angkasa.

Baca juga: Bauran Energi Terbarukan di Ketenagalistrikan Masih 11,2 Persen, Jauh di Bawah Target

“Indonesia bisa fokus pada 3 hal penting tersebut di era digital ini. Hal yang sama digunakan oleh Elon Musk untuk membangun bisnisnya dan sangat sukses saat ini. Misalnya untuk internet Elon Musk membangun Starlink, solusi internet murah yang saat ini berjalan di AS dan Kanada. Lalu energi terbarukan ada Tesla dan Solar City. Soal luar angkasa dia punya Space X yang menjadi backbone Starlink,” terang mantan Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC ini.

Baca juga: Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, PLN Jaga Keandalan Listrik Demi Ketahanan Energi NKRI

Menurut Pratama Indonesia punya potensi itu semua. Mulai dari energi terbarukan dengan solar cell, dimana Indonesia mendapatkan matahari yang cukup sepanjang tahun, belum lagi dengan industri nikel dan baterai untuk modal mobil listrik.

“Jangan lupakan juga kita strategis di garis khatulistiwa yang membuat banyak keuntungan untuk satelit beredar di atasnya. Bahkan sejak 1977, negara-negara di garis khatulistiwa sudah meminta adanya kedaulatan luar angkasa. Karena saat ini banyak satelit negara lain beroperasi di atas garis khatulistiwa dengan bebas. Karena itu perlu diperbanyak program peluncuran satelit karena kebutuhan semakin meningkat, baik untuk pertahanan maupun kebutuhan ekonomi,” terangnya.

Baca juga: Pembentukan Holding Geothermal Diklaim Percepat Pengembangan Energi Panas Bumi

Indonesia sendiri juga sudah memiliki Palapa Ring sebagai backbone internet. Hal yang wajib dimaksimalkan agar dalam beberapa tahun mendatang, bisa menjadi faktor penentu naiknya ekonomi digital tanah air.

“Dengan memaksimalkan program Palapa Ring, kita juga bisa nantinya membangun berbagai aplikasi lokal yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Mulai dari email, medsos, marketplace, aplikasi chatting sampai solusi digital lain. Artinya negara hadir memberikan stimulus berupa berbagai infrastruktur pendukung,” jelas pria asal Cepu, Jawa Tengah ini.

Di hari kebangkitn teknologi ini juga sebaiknya menjadi pengingat kita semua betapa pentingnya perlindungan data pribadi di era digital saat ini. RUU PDP yang belum kunjung rampung memperpanjang ancaman kepada seluruh masyarakat tanah air.

“Kita berharap ada banyak perbaikan perlindungan data pribadi, sembari menunggu UU PDP rampung. Kita berharap nantinya isu keamanan siber nanti menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam birokrasi maupun ekonomi. Kemandirian di dunia siber akan membuka jalan bagi Indonesia menjadi negara yang disegani masyarakat global,” jelas Pratama.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved