Breaking News:

Perombakan Dewan Direksi Garuda

Jumlah Komisaris Garuda Indonesia Berkurang untuk Efisiensi, Ini Kata Pengamat

Arista Atmadjati menilai, jumlah komisaris yang dipangkas ini membuat Garuda Indonesia lebih efisien dan ideal.

Instagram
Penerbangan kargo pesawat Garuda Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) memangkas jumlah komisaris yang semula berjumlah lima orang menjadi tiga orang.

Menanggapi hal tersebut pengamat penerbangan Arista Atmadjati menilai, jumlah komisaris yang dipangkas ini membuat Garuda Indonesia lebih efisien dan ideal.

Baca juga: Yenny Wahid: Garuda Indonesia Tidak Boleh Menyerah, Harus Tetap Terbang

"Komisaris yang awalnya lima orang menjadi tiga orang, menjadi lebih efisien apalagi di tengah kondisi pandemi," kata Arista saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (14/8/2021).

Menurut Arista, jumlah komisaris Garuda Indonesia saat ini berada pada level minimum dan sangat ideal serta menjadi langkah yang tepat dalam melakukan efisiensi di perusahaan.

Baca juga: Yenny Wahid Sarankan Garuda Indonesia Perkuat Sistem IT Agar Hemat Operasional

"Langkah memberhentikan dua komisaris ini, tentu harus disikapi dengan dewasa. Karena mengingat Garuda Indonesia masih dalam kondisi sulit akibat dampak dari pandemi Covid-19," ujar Arista.

Sebelumya Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, alasan perubahan susunan dan pengurangan pengurus perseroan sebagai upaya efisiensi di tengah pandemi Covid-19.

"Saya pribadi di beberapa kesempatan sudah menyampaikan khusus direksi, ini mungkin sebuah upaya yang tidak terhindarkan mengingat memang dari waktu ke waktu kami selalu melakukan upaya-upaya pengurangan atau streamlining jumlah karyawan," tutur Irfan secara virtual, Jumat (13/8/2021).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), diputuskan memberhentikan beberapa komisaris dan direksi Garuda Indonesia.

"RUPS kali ini telah memberhentikan dengan hormat bapak Triawan Munaf, Pak Peter F Gontha, bapak Elisa Lumbantoruan, Ibu Zannuba Arifah (Yenny Wahid) dari jajaran dewan komisaris," kata Irfan.

Halaman
1234
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved