Breaking News:

BRI Salurkan KUR Rp 559,6 Triliun Sejak 2015

Total KUR tersebut tersalurkan kepada 25,4 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Warga antre untuk mengisi aplikasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di halaman Stadion Padjadjaran, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/12/2020). Per Oktober 2020, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp 105,3 triliun atau 75,1% dari kuota yang diberikan pemerintah pda perseroan tahun ini yakni Rp 140,2 triliun. (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyalurkan fasilitas pembiayaan untuk kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp559,6 triliun sejak awal 2015 hingga Juli 2021.

Total KUR tersebut tersalurkan kepada 25,4 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari menjelaskan, perseroan di masa seperti sekarang ini terus menyalurkan KUR sebagai upaya mendorong para pelaku UMKM untuk mempercepat pemulihan usaha yang terdampak pandemi.

Khusus di tahun ini, lanjut Supari, BRI telah menyalurkan KUR sebanyak Rp97,7 triliun kepada 3,4 juta pelaku UMKM.

Sepanjang Januari hingga Juli 2021, mayoritas penyaluran berada pada segmen mikro yakni sebesar Rp80,48 triliun.

Baca juga: Genjot Pembiayaan Kendaraan, Adira Kembali Gelar Expo Virtual Berkonsep 3D

“Sementara itu untuk segmen KUR kecil tercatat sebesar Rp10,71 triliun dan KUR Super Mikro Rp6,58 triliun,” jelas Supari dalam keterangannya, Minggu (22/8/2021).

Supari kembali melanjutkan, Perseroan pun optimis akan mampu memenuhi target penyaluran KUR hingga akhir tahun ini.

Baca juga: BI: Lonjakan Investor Ritel di Indonesia Jadi Potensi Baru Pembiayaan Ekonomi

Hal tersebut didasari oleh kesiapan perseroan yang telah merancang strategi untuk mengakselerasi KUR meskipun pandemi masih berlangsung.

Salah satu strateginya yakni businesses follow stimulus yang terbukti memberikan dampak positif terhadap penyerapan KUR BRI.

“Menurut hasil riset yang dilakukan BRI, sebanyak 72 persen pelaku UMKM penerima BPUM (Banpres Produktif Usaha Mikro) membutuhkan modal kerja tambahan untuk mempercepat pemulihan usahanya dan mengembangkannya,” papar Supari.

“Hal ini merupakan salah satu sumber permintaan KUR BRI sehingga penyalurannya on the track,” sambungnya.

Faktor lain yang mendorong penyaluran KUR BRI yakni kesiapan sumberdaya BRI, dan juga transformasi digital yang dilakukan perseroan

Sebagai informasi, KUR merupakan salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.

Program yang telah diluncurkan sejak 2007 ini dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved