Jika Terpilih Jadi Anggota BPK, Harry Siap Lobi-lobi ke DPR dan DPD
Harry mengatakan, fokus pertama jika terpilih menjadi anggota BPK adalah melakukan pendekatan atau lobi kerja sama dengan DPR dan DPD.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Harry Z Soeratin mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini.
Harry mengatakan, fokus pertama jika terpilih menjadi anggota BPK adalah melakukan pendekatan atau lobi kerja sama dengan DPR dan DPD.
"Kalau boleh kolaborasi bertiga antara DPD, DPR, dengan BPK untuk menentukan perencanaan yang apik supaya nanti dalam masuk sistem atau proses bisnis bisa menjadi satu kesatuan," ujarnya, Kamis (9/9/2021).
Kolaborasi dengan pemerintah menjadi tujuan berikutnya setelah kerjasama dengan kedua lembaga negara tersebut.
Baca juga: Harry Soeratin Dicecar Soal Status dan Persyaratan Saat Jalani Uji Kelayakan Calon Anggota BPK
"Selain itu, nanti untuk Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) akan jadi satu sisi demi memastikan segala perencanaan sudah dijalankan serta dipenuhi terhadap unsur-unsur seharusnya," kata Harry.
Baca juga: Polemik Seleksi Anggota BPK, Sosok Kontroversi Ini Mengaku Siap Ambil Risiko
Anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani itu menambahkan, terkait usulan review budget anggaran negara tetap sama dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
"Kalau APIP-nya bagus, memang review-nya bagus, tapi sering kali akhirnya menghambat keseluruhan organisasi. Padahal ini menolong sejak awal supaya tidak ada misunderstanding atau terjadi potensi fraud yang ada," pungkas sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-gedung-bpk.jpg)