Polemik Seleksi Anggota BPK, Sosok Kontroversi Ini Mengaku Siap Ambil Risiko
Posisi Harry sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat ini menimbulkan dugaan tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai Anggota BPK.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polemik seleksi calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kini menyasar anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani yakni Harry Z Soeratin.
Sri Mulyani melantik Harry sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) pada Juli 2020.
Posisi Harry sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat ini menimbulkan dugaan tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai Anggota BPK.
Harry merespons dugaan itu dalam gelaran uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Saya terus terang hukum bisa berbagai persepsi, tapi saya percaya ini juga ada aspek politik. Kami serahkan kepada yang punya hajatan di dalam ini adalah Bapak Ibu sekalian Komisi XI," ujarnya, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Soal Seleksi Calon Anggota BPK, MAKI: DPR Harusnya Tak Jadikan Nyoman dan Harry Seperti Tersandera
Menurut dia, jika dalam fit and proper test kali ini membahas polemik tersebut, maka diyakini pembicaraan akan menjadi berlarut-larut.
Baca juga: Seleksi Anggota BPK Dinilai Langgar Konstitusi, DPR Diminta Tak Permisif
"Beberapa hal terkait dengan hal ini semua sebenarnya bisa dielaborasi lebih dalam, lebih luas Lagi, makin tidak selesai Bapak Ibu sekalian. Artinya kami siap untuk segala konsekuensi (akibat) yang ada," pungkas Harry.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/uji-kepatutan-calon-bpk-di-dpd.jpg)