Breaking News:

Pengangguran Meningkat, Klaim BP Jamsostek 2021 Diperkirakan Tembus Rp 40 Triliun

Meningkatnya angka pengangguran berdampak pada melonjaknya angka klaim BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

Surya/Hayu Yudha Prabowo
Pekerja yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja mengoperasionalkan concrete bucket yang diangkat tower crane di atas ketinggian untuk melakukan pengecoran pada sebuah proyek gedung bertingkat di Jalan Bogor, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (9/1/2020). Pada akhir tahun 2019, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) 82/2019 tentang perubahan PP 44/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang memberikan manfaat kenaikan sejumlah santunan bagi pekerja peserta BP Jamsostek. Surya/Hayu Yudha Prabowo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meningkatnya angka pengangguran berdampak pada melonjaknya angka klaim BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran pada Februari 2021 sebanyak 8,75 juta orang. Bila dibandingkan dengan Februari 2020, jumlah pengangguran sebanyak 6,93 juta orang.

Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo mengatakan klaim prognosa melebihi estimasi di 2021.

Baca juga: Peserta BPJS Ketenagakerjaan Turun Hampir 5 Juta Sejak Muncul Covid-19

Meningkatnya angka pengangguran menjadi satu di antara faktor.

"Pertama, banyaknya pengangguran atau keluarnya para pekerja, sehingga klaim JHT (Jaminan Hari Tua) meningkat," ujar Anggoro, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR, Selasa (15/9/2021).

Faktor kedua, ucap Anggoro, dampak pandemi Covid-19 menyebabkan para peserta mengklaim jaminan kematian.

Baca juga: Kemnaker Ajak Pemerintah Daerah Untuk Atasi Pengangguran Secara Konsisten

Karena itu, BP Jamsostek memperkirakan pada 2021 realisasi klaim akan meningkat dari perkiraan.

"Diperkirakan realisasi klaim akan meningkat sampai dengan Rp 40,61 triliun, atau lebih tinggi dari yang diperkirakan sebesar Rp 34,89 triliun," ucapnya.

Sejak 2019 realisasi klaim selalu mengalami peningkatan. Di antaranya Rp 29,7 triliun pada 2019 dan meningkat menjadi Rp 36,45 triliun pada tahun 2020. Kemudian, sampai dengan Agustus 2021, total klaim mencapai Rp 26,14 triliun.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved