Breaking News:

Kemenperin Sebut Kinerja Industri Agro Positif di Tengah Pandemi

Dengan protokol yang ketat, kesehatan dan keamanan pegawai maupun karyawan menjadi kunci dari produktivitas dan kinerja industri.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
ist
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjaga kinerja sektor industri di tengah terjangan Covid-19 tentunya tidak mudah.

Namun berkat Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019, industri dapat beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Dengan protokol yang ketat, kesehatan dan keamanan pegawai maupun karyawan menjadi kunci dari produktivitas dan kinerja industri.

Baca juga: Kemenperin Monitoring Impementasi IOMKI di Industri Keramik dan Sepatu

Selain itu, banyak yang sudah dilakukan Kementerian Perindustrian, seperti langkah-langkah untuk menahan atau menyikapi penyebaran Covid-19, maupun membantu masyarakat yang terdampak pandemi ini.

Mulai dari mendukung penyediaan oksigen, tabung oksigen dan juga menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari melalui bantuan yang diberikan oleh industri.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, mengatakan dengan berbagai upaya Kemenperin bisa melihat hasil yang dicapai oleh sektor industri, dengan tetap bisa mempertahankan kinerjanya.

Baca juga: Kemenperin Optimalkan Pengelolaan PNBP untuk Akselerasi Pengembangan Industri

"Kalau kita lihat kontribusi sektor industri, kinerjanya masih cukup bagus yaitu pada angka 8,77 persen untuk sektor agro. Kalau kita lihat di kontribusi PDB non-migas sektor agro ini mencapai 50,59 persen. Terutama disumbangkan oleh industri makanan dan minuman sebesar 38,42 persen, kemudian diikuti oleh industri tembakau sebesar 4,35 persen, kertas dan barang dari kertas ini sekitar 3,86 persen, produk kayu 2,54 persen dan furnitur itu sekitar 1,42 persen," tutur Putu saat Webinar Capaian Makro Ekonomi Kuartal Kedua Tahun 2021 dan Isu Aktual Industri Agro, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Dorong EBT, Kemenperin Targetkan TKDN Industri Panel Surya 90 Persen Pada 2025

Selanjutnya, yang paling membanggakan adalah kinerja industri agro di sektor ekspor yang memberikan sumbangsih cukup besar terhadap surplus perdagangan Indonesia, yaitu pada kuartal kedua ini sekitar 1,3 miliar dolar AS.

"Kalau kita lihat secara sektor ini di kuartal kedua nilai ekspornya itu mencapai 19,64 miliar dolar AS atau berkontribusi sekitar 28,24 persen terhadap ekspor nasional. Jadi lebih dari sekitar seperempat ekspor nasional itu diisi oleh hasil industri agro," jelas Putu.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved