Breaking News:

Cara OJK agar UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Wimboh menyebut, kebijakan tersebut telah membantu 5,30 juta debitur UMKM dengan nominal kredit Rp332 triliun di awal pandemi

ist
Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan berbagai kebijakan agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Berdasarkan data Kemenkop UKM, kata Wimboh, sebanyak 99,99 persen dari total pelaku usaha atau setara dengan 64 juta pelaku usaha berasal dari UMKM dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 117 juta orang. 

"Mempertimbangkan besarnya peran UMKM tersebut, OJK mengeluarkan kebijakan preemptive agar UMKM dapat bertahan di masa pandemi melalui POJK 11 dan 48 tahun 2020," ujar Wimboh secara virtual, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Presiden Jokowi Minta 30 Juta UMKM Masuk Sistem Digital pada 2023

Wimboh menyebut, kebijakan tersebut telah membantu 5,30 juta debitur UMKM dengan nominal kredit Rp332 triliun di awal pandemi, dan saat ini sudah semakin menurun menjadi 3,58 juta debitur dengan nominal Rp285 triliun.

Selain itu, OJK juga mengeluarkan berbagai kebijakan mendorong pengembangan sektor UMKM dengan menyatukan proses dari hulu ke hilir secara terintegrasi dalam satu ekosistem digital. 

"Memperluas akses keuangan melalui pembentukan skema KUR Klaster, mengembangkan Bank Wakaf Mikro (BMW) yang berbasis digital untuk mendukung pembiayaan UMKM melalui kumpi yang disertai dengan pendampingan," paparnya. 

Per September 2021, telah berdiri 61 BWM yang telah dirasakan manfaatnya oleh 47,6 ribu nasabah dengan jumlah pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp72 miliar.

Baca juga: Transformasi Digital Bawa UMKM ke Ekosistem Bisnis yang Lebih Maju

Kemudian, membuka akses pembiayaan UMKM melalui pendekatan P2P Lending dan Security Crowdfunding (SCF). 

"Lalu membangun platform pemasaran UMKM secara digital melalui Platform UMKMMU, dan lainnya," ucap Wimboh.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved