Breaking News:

Kemenhub Akan Bangun Banyak Jembatan Timbang untuk Berantas Truk ODOL

Budi Setiyadi mengatakan akan gencar membangun jembatan timbang untuk memberantas kendaraan angkutan barang yang membawa muatan melebihi ketentuan

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Capture Youtube
Ilustrasi - Truk ODOL pengangkut minyak sawit mentah (CPO) terperosok saat melintasi medan berlumpur. 

Dengan adanya fakta tersebut, Suharto menyebutkan, bahwa pihaknya akan merubah sistem yang ada. Sistem ini nantinya akan merekam 100 persen data volume kendaraan yang melalui ruas jalan sekitar jembatan timbang.

"Nantinya jembatan timbang ini akan dilengkapi dengan WIM (Weight in Motion) yang akan dipasang kurang lebih 2 kilometer sebelum jembatan timbang," ujar Suharto.

Dengan begitu, kendaraan yang masuk di jembatan timbang adalah kendaraan yang telah terindikasi melakukan pelanggaran.

Pemasangan WIM ini, lanjut Suharto, dengan mempertimbangkan kapasitas jembatan timbang yang terbatas, sehingga pemeriksaan akan dilakukan secara selektif.

"Jadi dengan WIM ini hanya kendaraan yang benar-benar terindikasi melanggar yang akan diperiksa di jembatan timbang.Saat ini jembatan timbang yang beroperasi hanya sekitar 88 dari total 134 jembatan timbang yang ada," ujar Suharto.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun Kemenhub terkait tilang elektronik pada Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang periode Januari-Agustus 2021, ditemukan sebanyak 34.735 kendaraan yang melanggar.

Dari jumlah tersebut, proses tilang elektronik terbanyak terjadi di jembatan timbang Balonggandu dengan 3.110 kendaraan, kemudian jembatan tinbang Trowulan dengan 2.611 kendaraan, dan Losarang dengan 2.510 kendaraan

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved