Breaking News:

Naik Pesawat Wajib PCR, YLKI: Menimbulkan Praduga Ini Jadi Lahan Bisnis

YLKI menilai, aturan perjalanan dengan transportasi udara yang wajib menggunakan PCR memberatkan konsumen

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
dok Angkasa Pura II
ilustrasi: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa aturan wajib tes reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) bagi penumpang pesawat akan berlaku mulai 24 Oktober 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, aturan perjalanan dengan transportasi udara yang wajib menggunakan PCR memberatkan konsumen dalam hal pembiayaan.

Pengurus Harian YLKI Agus Suyatno mengatakan, kewajiban PCR test menjadi pukulan bagi konsumen yang menggunakan transportasi udara.

Menurut Agus, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar bagi YLKI.

Baca juga: Aturan Tes PCR Bisa Diperluas untuk Transportasi Darat dan Laut, DPR Curiga ada Kepentingan Bisnis

Pasalnya, ketika average vaksinasi sudah meningkat kenapa kebijakan ini muncul.

"Penggunaan PCR ini menjadi tanda tanya besar, dan memunculkan praduga apabila PCR ini menjadi lahan bisnis untuk keperluan penerbangan," kata Agus saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (23/10/2021).

Kemudian Agus juga menilai, untuk melakukan screening awal penumpang pesawat cukup dengan antigen saja dan tidak perlu PCR.

"Fungsi PCR sendiri lebih tetap untuk melakukan diagnosis terhadap orang yang, sedangkan penggunaan antigen sudah cukup untuk melakukan screening awal penumpang pesawat," kata Agus.

Sebelumnya pengamat penerbangan Arista Atmadjati juga menilai, penggunaan metode tes Covid-19 dengan PCR untuk penumpang pesawat dapat membuat minat masyarakat menurun untuk melakukan perjalanan.

Menurutnya, dengan adanya kebijakan terbaru mengenai kewajiban PCR test ini juga dapat memberatkan calon penumpang pesawat dalam segi biaya.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved