Senin, 8 Juni 2026

Tays Bakers Tambah Kapasitas Produksi Pabrik Makanan Ringan di Sumedang

Pembangunan pabrik ini merupakan salah satu dari strategi ekspansi perusahaan yang akan dijalankan dalam waktu dekat.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS) akan melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baru Tays Bakers di Sumedang, Januari 2022.

Pembangunan pabrik ini merupakan salah satu dari strategi ekspansi perusahaan yang akan dijalankan dalam waktu dekat.

"Kami sedang dalam proses finalisasi spesifikasi  teknis dari pabrik baru supaya pembangunannya bisa dimulai pada Januari mendatang,” kata Alexander Anwar, CEO Tays Bakers dalam keterangannya, Sabtu (11/12/2021).

Dia mengatakan, pasca IPO perusahaannya bergerak cepat merealisasikan rencana-rencana strategis perusahaan sebagai upaya terus  mendorong pertumbuhan perusahaan kedepan.

“Setelah menjadi perusahaan publik, kami berkomitmen terus menjaga fundamental value perusahaan agar terus menguat dan memberikan long term value bagi para investor kami,” tambah Alexander Anwar.

Baca juga: Lakukan Efisiensi Energi, Sido Muncul Bangun Solar Panel untuk Pabrik di Semarang

Pabrik baru di Sumedang akan menambah kapasitas produksi TRICKS baked potato crisps yang merupakan produk andalan Tays Bakers.

Saat ini, kapasitas pabrik untuk kategori biscuit & cracker sudah hampir mencapai 100 persen dengan kapasitas produksi 6.900 ton per tahun.

Baca juga: Xiaomi Bakal Bangun Pabrik Mobil Listrik, Diklaim Bisa Memproduksi 300 Ribu Unit per Tahun

Dengan pembangunan pabrik baru, kapasitas produksi akan naik menjadi 200- 250 persen menjadi sekitar 17.000 ton per tahun.

Pabrik baru nanti akan memakai mesin yang lebih efektif dan efisien dengan proses yang lebih terotomasi.

Baca juga: Siap Bersaing dengan Tesla, Pabrikan Vietnam VinFast Luncurkan Dua Mobil Listrik di LA Auto Show

Pabrik akan dibangun dalam 2 tahap, yaitu Tahap I pada Januari – Agustus 2022, kemudian dilanjutkan dengan Tahap II pada September – Desember 2022.

Besarnya potensi pasar industri makanan dan minuman masih sangat besar membuat Anwar mengaku tetap optimisme kinerja keuangan perusahaan.

“Pada kuartal pertama 2021, kami sempat mengalami laba bersih negatif akibat pendemi, PSBB dan daya beli masyarakat saat itu.

Namun, melihat kinerja perusahaan per bulan Juni 2021 dan kondisi pandemi yang masih berlangsung, kami memproyeksikan total pendapatan pada akhir tahun ini bisa naik hingga 10% dibandingkan tahun lalu, dengan margin Laba Bersih di atas 6% per tahun,” tutur Alex.

Untuk proyeksi tahun 2022 dan seterusnya, pandemi Covid-19 diyakini akan dapat ditanggulangi dengan baik oleh pemerintah RI maupun di negara-negara tujuan ekspor perusahaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved