Prapenjualan LPKR Diprediksi Tumbuh pada Tahun 2022

Sementara itu, pada tahun 2022 manajemen LPKR menetapkan peningkatan pra penjualan 5% YoY menjadi Rp 5,2 triliun.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hendra Gunawan
Alex Suban/Alex Suban
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis menilai kinerja penjualan properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) akan terus meningkat pada tahun 2022, meneruskan tren positif pada tahun 2021.

Dalam riset terbarunya, Analis Citigroup Securities Indonesia Felicia Asrinanda Barus menyampaikan bahwa LPKR mampu membukukan pra penjualan sebesar Rp 4,96 triliun pada 2021 atau tumbuh 86% YoY (year-on-year).

Baca juga: Properti Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi jika Beli Rumah Semakin Mudah

Sementara itu, pada tahun 2022 manajemen LPKR menetapkan peningkatan pra penjualan 5% YoY menjadi Rp 5,2 triliun.

Felicia mengatakan untuk mencapai kinerja tersebut LPKR berencana memacu penjualan produk rumah tapak dan unit ruko dengan harga terjangkau.

Pada Februari 2022 misalnya, LPKR akan meluncurkan proyek residensial Cendana Cove Verdant sebanyak 200 unit dengan harga mulai Rp800 jutaan per unit.

Baca juga: Adhi Commuter Properti Garap Cluster Rumah Tapak Kedua di Sentul

Selain itu, selain menyasar segmen menengah, LPKR juga percaya diri menjajaki pasar untuk segmen kelas menengah-atas serta berinovasi dengan produk apartemen mid-rise.

CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa pra penjualan LPKR pada tahun 2022 ditargetkan mencapai Rp5,2 triliun, naik 5% dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp4,96 triliun.

“Strategi LPKR antara lain meluncurkan klaster baru produk rumah tapak dengan harga terjangkau. Di samping itu, melakukan penetrasi pasar yang lebih luas pada segmen high income dan apartemen mid-rise, serta meningkatkan permintaan terhadap unit apartemen siap huni,” jelas John Riady, Rabu (9/2/2022).

Baca juga: Pengembang Asing Diharapkan Bermain di Indonesia, Dipercaya Membuat Industri Properti Tambah Maju

John menambahkan bahwa ada banyak faktor yang mendorong meningkatnya kinerja sektor properti, seperti suku bunga yang rendah, insentif dari pemerintah, dan tingginya permintaan rumah tapak oleh segmen milenial.

“Industri properti memiliki prospek cerah untuk pertumbuhan berkesinambungan. Ke depan sektor properti masih sangat prospektif mengingat rasio kepemilikan rumah yang masih rendah di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Insentif PPN DTP Properti Diperpanjang, Minat Rumah Tapak Diyakini Meningkat

Menurut dia, pendapatan per kapita masyarakat yang semakin meningkat dan fasilitas perbankan untuk pembiayaan kepemilikan rumah dengan bunga yang terjangkau membuat bisnis properti juga semakin bertumbuh.

"Sebagai pengembang terkemuka, LPKR akan terus menciptakan produk yang lebih inovatif untuk mendorong kepemilikan rumah bagi generasi selanjutnya. LPKR meyakini pada tahun 2022 sektor properti akan bangkit," tegas John.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved