'Insya Allah Tahun Ini Ibadah Haji Dibuka'

Bahkan per Sabtu, 5 Maret lalu, Arab sudah menghapus kebijakan karantina selama lima hari kepada orang yang baru masuk ke negara itu.

Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO
Pemerintah kembali membuka keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia setelah sebelumnya ditutup karena pandemi Covid 19. Keberangkatan perdana ini diikuti oleh 419 jamaah Samira Travel yang berasal dari berbagai daerah seperti: Batam, Pekabaru, Bengkulu, Jakarta, Samarinda, Balikpapan, Berau, Jawa Barat, Makasar dan NTB. 

TRIBUNNEWS.COM, JAAKARTA -- Semakin meredanya kasus Covid-19 di Arab Saudi membuat negara tersebut semakin mengendurkan pengetatan kepada orang yang masuk ke Tanah Suci.

Bahkan per Sabtu, 5 Maret lalu, Arab sudah menghapus kebijakan karantina selama lima hari kepada orang yang baru masuk ke negara itu.

Demikian pula dengan kewajiban harus menunjukkan tes PCR, saat ini sudah tidak ada kewajiban menujukkan surat bebas Covid-19 tersebut.

Selain itu, hal yang sangat penting adalah orang yang akan melakukan ibadah salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak dibatasi jaraknya lagi.

Baca juga: Arab Saudi Hapus Aturan Karantina hingga Tes PCR, Kemenag Bakal Sesuaikan Aturan Haji dan Umrah

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyambut baik kebijakan pemerintah Arab tersebut.

Ketua Umum DPP Amphuri Firman M Nur mengatakan, dengan pengenduran yang dilakukan pemerintah Arab, kemungkinan besar penyelenggaraan haji pada 2022 bakalan dibuka.

Dalam wawancaranya dengan statiun televisi swasta MetroTV, Firman mengatakan, kebijakan pemerintah Arab dengan bebas karantina dan tes PCR serta salat tidak berjarak sudah mengindikasikan Arab akan membuka diri untuk ibadah haji.

"Insya Allah Tahun ini ibadah haji dibuka," kata Firman.

Baca juga: Haji Faisal Beri Lampu Hijau Thariq Halilintar Nikahi Fuji: Pantas Kita Musyawarahkan

Ia menyebutkan sudah dua tahun ibadah haji batal digelar, padahal tiap tahunnya Indonesia mengirimkan sebanyak 210.000 jemaah untuk berhaji.

Dengan pembatalan tersebut, maka calon jemaah haji di Indonesia terus menumpuk.

Sementara untuk ibadah umrah, Firman menyebutkan, setiap bulannya sudah ada 30.000 orang yang berangkat umrah ke Tanah Suci.

Jumlah itu sangat sedikit karena keterbatasan tiket pesawat dan kewajiban karantina selama lima hari yang sangat memberatkan.

Ia memperkirakan, jemaah umrah mendatang diperkirakan diperkirakan akan terus meningkat.

Kemenag Bakal Diskusikan 

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved